BREAKINGNEWS

Indef: Jika BI Rate Naik, Maka Berisiko Besar bagi Ekonomi

Indef: Jika BI Rate Naik, Maka Berisiko Besar bagi Ekonomi
Gedung Bank Indonesia. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan suku bunga acuan (BI rate) pada Rabu (20/5/2026) siang. Saat ini, BI rate masih di posisi 4,75% telah ditahan bank sentral sejak November 2025.

Apakah BI akan mengerek BI rate di siang nanti? Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memandang BI berada dalam posisi sulit di tengah tekanan terhadap rupiah dan perlambatan ekonomi domestik.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman mengatakan opsi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebenarnya cukup masuk akal untuk membantu meredam pelemahan rupiah sekaligus menjaga kepercayaan pasar.

"Namun, langkah tersebut dinilai memiliki risiko besar terhadap perekonomian nasional," kata dia dalam keterangannya yang diterima Monitorindonesia.com.

Menurut Rizal, kenaikan suku bunga bisa menekan pertumbuhan kredit, melemahkan konsumsi masyarakat, dan memperlambat sektor riil yang saat ini mulai kehilangan momentum.

Di sisi lain, jika BI memilih menahan suku bunga di level 4,75 persen, pertumbuhan ekonomi dinilai masih bisa lebih terjaga. Meski begitu, keputusan tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap rupiah dan memicu kekhawatiran pelaku pasar.

“Kalau suku bunga ditahan, ruang pertumbuhan ekonomi memang lebih aman, tetapi tekanan terhadap rupiah dan persepsi pasar bisa meningkat,” ujar Rizal.

Ia memperkirakan peluang terbesar saat ini adalah BI tetap mempertahankan suku bunga acuan sambil memperkuat langkah stabilisasi di pasar keuangan.

Langkah tersebut dilakukan melalui intervensi pasar valuta asing, optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pengelolaan likuiditas rupiah dan dolar di pasar domestik.

“Langkah ini lebih realistis di tengah kondisi ekonomi domestik yang belum cukup kuat menahan dampak kenaikan suku bunga yang lebih agresif,” tegas Rizal.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Indef: Jika BI Rate Naik, Maka Berisiko Besar bagi Ekonomi | Monitor Indonesia