BREAKINGNEWS

Presiden Jaga Rupiah Rp16.800-Rp17.500 per USD pada 2027

Presiden Jaga Rupiah Rp16.800-Rp17.500 per USD pada 2027
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto memperkirakan bakal menjaga nilai tukar rupiah berada di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per USD pada 2027. 

Demikian dikatakan Prabowo dalam Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Tingkat inflasi, pemerintahan Prabowo membidik angka tetap di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Pemerintah juga menargetkan perbaikan berbagai indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan diproyeksikan turun menjadi 6,0 persen hingga 6,5 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka ditargetkan turun menjadi 4,30 persen hingga 4,87 persen.

Selain itu, pemerintah ingin memperkecil kesenjangan ekonomi dengan menargetkan rasio gini membaik menjadi 0,362 hingga 0,367.

"Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar," kata Prabowo.

Target Pertumbuhan Ekonomi 2027

Prabowo menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027. Target tersebut menjadi langkah awal menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

“Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang prudent serta berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027,” ujar Prabowo.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menargetkan pendapatan negara pada APBN 2027 berada di kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sedangkan belanja negara direncanakan berada di level 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB guna mendukung program prioritas nasional dan berbagai proyek strategis pemerintah.

Prabowo juga memastikan defisit APBN tetap dijaga agar tidak melebar. Pemerintah menargetkan defisit anggaran berada di kisaran 1,80 persen hingga maksimal 2,40 persen terhadap PDB.

“Defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB,” katanya.

Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah menargetkan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81 persen pada 2027, naik dari target 35 persen pada 2026.

Prabowo mengatakan pembukaan lapangan kerja dalam jumlah besar akan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

Presiden juga menyoroti sektor pertanian. Ia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di angka 126 dan diharapkan terus meningkat.

Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan indeks kesejahteraan petani serta penguatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan indeks modal manusia pada 2027.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Presiden Jaga Rupiah Rp16.800-Rp17.500 per USD pada 2027 | Monitor Indonesia