Jakarta, MI - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh ekonomi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (22/5/2026).
Teddy mengatakan, pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis nasional, terutama terkait penguatan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Pertemuan tersebut membahas berbagai agenda strategis nasional terkait penguatan ketahanan ekonomi, stabilitas sektor keuangan, serta langkah antisipatif menghadapi dinamika perekonomian global," ujar Teddy, dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Sabtu (23/5/2026).
Selain itu, pemerintah turut menyoroti penguatan fundamental ekonomi nasional melalui stabilitas sistem keuangan, penguatan regulasi dan pengawasan perbankan, hingga penerapan prinsip kehati-hatian atau prudential banking.
"Serta peningkatan koordinasi antarotoritas ekonomi dan keuangan," katanya.
Selain itu, Prabowo dan tokoh ekonom juga membahas percepatan implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) untuk memperkuat cadangan devisa nasional serta mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Pertemuan di Istana Kepresidenan itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Hadir pula Gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008 Burhanuddin Abdullah, Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2005-2009 Paskah Suzetta, dan Wakil Menteri PPN/Bappenas periode 2010-2014 Lukita Dinarsyah Tuwo.
Selain itu, pertemuan juga diikuti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Peran DSI Dibahas
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo Subianto bersama para tokoh ekonomi juga membahas keberadaan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), BUMN baru yang dibentuk untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA).
"Pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam melalui BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia guna meningkatkan penerimaan negara sekaligus memastikan optimalisasi manfaat ekonomi nasional secara berkelanjutan," kata Teddy.
Menurut Teddy, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian.
"Bapak Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat langkah-langkah strategis jangka panjang untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, mempercepat berbagai pembenahan struktural, serta memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global," pungkasnya.

