Jakarta, MI - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kesiapan layanan penyeberangan menghadapi rangkaian long weekend nasional pada periode Idul Adha, Hari Waisak, dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Fokus pengamanan dilakukan di empat pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ketapang, dan Pelabuhan Gilimanuk.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus penumpang dan distribusi logistik tetap berjalan lancar di tengah potensi lonjakan kendaraan selama masa libur panjang.
Sepanjang Mei 2026, ASDP mencatat peningkatan trafik penyeberangan cukup tinggi, terutama sejak periode libur Hari Buruh hingga Kenaikan Yesus Kristus.
Lintasan Merak–Bakauheni masih menjadi jalur tersibuk. Jumlah penumpang tercatat naik lebih dari 60%, sedangkan kendaraan meningkat lebih dari 40% dibanding hari normal.
ASDP memperkirakan puncak kepadatan long weekend kali ini akan terjadi pada 25–26 Mei 2026.
Sementara itu, lintasan Ketapang–Gilimanuk juga mengalami kenaikan trafik. Pada arus berangkat, peningkatan kendaraan dan penumpang mencapai 13,5% hingga 36,1%, sedangkan arus balik naik sekitar 22,3% hingga 24%.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar operasional penyeberangan tetap berjalan lancar.
“Kami fokus menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang sekaligus memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujar Heru dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2026).
Untuk mendukung kelancaran operasional, ASDP menyiapkan 28 hingga 33 kapal yang akan beroperasi sesuai tingkat kepadatan di masing-masing lintasan.
Perusahaan juga mengoptimalkan delaying system atau sistem pengaturan antrean kendaraan melalui buffer zone agar penumpukan di pelabuhan dapat dikendalikan.
Khusus di lintasan Merak–Bakauheni, ASDP menerapkan skema one gate system untuk mengatur arus kendaraan menuju pelabuhan.
Dalam kondisi sangat padat, kendaraan dari layanan reguler maupun eksekutif dapat dialihkan dengan mekanisme pengembalian sebagian biaya tiket (refund) sesuai ketentuan.
Sementara itu, kendaraan golongan VI, VIII, dan IX akan diarahkan melalui Pelabuhan BBJ apabila kepadatan meningkat signifikan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan bahwa ASDP juga menambah armada di lintasan Ketapang–Gilimanuk melalui pengoperasian KMP Roditha untuk menjaga kelancaran penyeberangan di Selat Bali.
ASDP juga mengimbau masyarakat membeli tiket secara online melalui aplikasi Ferizy dan datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan yang tertera di tiket guna menghindari antrean panjang.
Dengan tambahan armada, rekayasa lalu lintas pelabuhan, dan sistem tiket digital, ASDP optimistis layanan penyeberangan selama long weekend dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

