BREAKINGNEWS

Rupiah Tembus Rp17.800 per USD, Menkeu: Pasar Keuangan Masih Aman

Rupiah Tembus Rp17.800 per USD, Menkeu: Pasar Keuangan Masih Aman
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat dengan Komisi XI pada Senin (6/4/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi pasar keuangan Indonesia masih aman meski nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp17.800 per USD.

Asal tahu saja, nilai tukar rupiah di pasar spot  sudah mencapai Rp17.871 per USD sampai perdagangan hari Rabu (27/5/2026).

Menurut Purbaya, kondisi pasar tidak hanya dilihat dari pergerakan rupiah, tetapi juga dari stabilitas pasar obligasi pemerintah atau bond market yang hingga saat ini dinilai masih terkendali.

"Walaupun rupiah melemah, imbal hasil obligasi pemerintah (bond yield) justru turun,” ujar Purbaya di Jakarta, seperti diberitakan Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan pemerintah aktif menjaga stabilitas pasar obligasi melalui aksi pembelian kembali obligasi atau buyback agar pergerakan yield tetap terkendali.

“Tindakan bendahara negara dilakukan dengan membeli obligasi supaya yield tetap terjaga,” katanya.

Pemerintah saat ini disebut lebih fokus menjaga kepercayaan investor di pasar surat utang dibanding hanya mengejar penguatan rupiah dalam jangka pendek.

Menurut Purbaya, stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting untuk menjaga aliran modal asing tetap masuk ke Indonesia.

Selama pasar obligasi tetap stabil, investor asing dinilai masih akan melihat Indonesia sebagai pasar investasi yang menarik.

“Kalau bond market tetap terkendali, kemampuan investor asing untuk masuk ke obligasi Indonesia juga tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pemerintah mulai melihat adanya arus modal asing yang kembali masuk ke pasar domestik.

Karena itu, pemerintah menilai pelemahan rupiah saat ini belum menjadi ancaman serius bagi stabilitas sistem keuangan nasional.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Rupiah Tembus Rp17.800 per USD, Menkeu: Pasar Keuangan Aman | Monitor Indonesia