Jakarta, MI– Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai memicu perubahan perilaku konsumen di Jakarta. Hari ini Kamis (11/6/2026) hanya sehari setelah penyesuaian harga diberlakukan, sekitar 30 persen pengguna Pertamax dilaporkan beralih ke Pertalite demi menekan biaya pengeluaran harian.
Dampak kenaikan harga tersebut terlihat jelas di sejumlah SPBU. Antrean kendaraan yang mengisi Pertalite semakin panjang, terutama didominasi sepeda motor dan pengemudi ojek online yang paling merasakan lonjakan biaya operasional.
Kepala Shift SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Eka, mengungkapkan bahwa perpindahan konsumen terjadi cukup signifikan.
"Kira-kira 30 persen konsumen pindah ke Pertalite, didominasi motor. Antrean sekarang mulai penuh sejak depan pintu masuk sampai depan pompa," ujarnya.
Kenaikan harga Pertamax sebesar Rp3.950 per liter dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 membuat banyak warga terkejut. Para pengemudi ojek online mengaku pendapatan mereka semakin tergerus karena biaya bahan bakar meningkat drastis.
Irwan (43), seorang pengemudi ojol, mengaku syok saat mengetahui harga baru Pertamax. Menurutnya, uang Rp50.000 yang sebelumnya bisa membeli sekitar empat liter Pertamax kini hanya cukup untuk sekitar tiga liter.
"Biasanya uang Rp50.000 sudah dapat 4 liter Pertamax, sekarang cuma dapat 3 liter. Berat buat ojol," keluhnya.
Tekanan ekonomi akibat kenaikan BBM juga memaksa masyarakat memangkas berbagai kebutuhan lain. Sejumlah pengendara memilih menunda servis kendaraan, mengurangi konsumsi, hingga mengubah pola pengeluaran rumah tangga agar tetap bisa memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Syarif (42), pengemudi ojol asal Cengkareng, mengaku harus menunda servis rutin motornya karena biaya hidup terus meningkat.
"Apa-apa naik semua. Belanja mahal, makan mahal, sekarang bensin juga naik. Saya terpaksa menunda servis motor," katanya.
Sementara itu, Dani (28), pekerja sektor kuliner di Jakarta Barat, memilih menekan pengeluaran pribadi dengan beralih ke produk yang lebih murah demi menutupi tambahan biaya transportasi.
Kenaikan harga Pertamax juga mulai mendorong sebagian pekerja mempertimbangkan penggunaan transportasi umum. Adi (28), karyawan swasta yang setiap hari bepergian dari Depok ke Jakarta, mengaku sedang menghitung ulang biaya perjalanan hariannya.
"Saya mempertimbangkan menggunakan transportasi umum kalau memang lebih terjangkau," ujarnya.
Perpindahan sekitar 30 persen konsumen ke Pertalite menunjukkan bahwa kenaikan harga Pertamax tidak hanya berdampak pada biaya transportasi, tetapi juga mulai mengubah pola konsumsi masyarakat.
Jika tren ini terus berlanjut, antrean di jalur BBM subsidi diperkirakan akan semakin padat dalam beberapa hari ke depan.**

