BREAKINGNEWS

Danantara Ungkap Alasan BUMN Dipangkas dari 1.077 jadi 200

Danantara Ungkap Alasan BUMN Dipangkas dari 1.077 jadi 200
Badan Usaha Milik Negara (Foto: Dok. MI)

Jakarta, MI - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berencana melakukan perampingan besar-besaran terhadap struktur perusahaan BUMN. Jumlah entitas yang saat ini mencapai 1.077 bakal dipangkas menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan.

Langkah streamlining tersebut ditargetkan rampung tahun ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah yang masih merugi.

Dony mengungkapkan, sekitar 52% dari total BUMN yang ada saat ini masih mencatatkan kerugian, dengan nilai akumulasi mencapai Rp20 triliun.

Selain menekan jumlah perusahaan, proses perampingan juga diperkirakan mampu menghasilkan penghematan langsung hingga Rp50 triliun per tahun. Pasalnya, Danantara menemukan praktik transaksi berlapis antara induk perusahaan, anak usaha, hingga perusahaan cucu yang selama ini menimbulkan inefisiensi besar.

"Selama ini kita membiasakan layering transaction antara induk ke anak-anak, ke cucu-cucu, ke cicit, yang menyebabkan inefisiensi. Kurang lebih inefisiensinya itu Rp 30 triliun," ujar Dony dalam keterangan resmi, Jumat(12/6/2026).

Sebagai contoh, Dony menyoroti penggabungan PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping (PIS). Menurutnya, merger dilakukan karena ketiga perusahaan tersebut berada dalam satu rantai bisnis yang saling terhubung.

Melalui langkah tersebut, Danantara mengklaim berhasil memangkas berbagai biaya transaksi internal dan potensi kerugian akuntansi yang selama ini membebani perusahaan.

Temuan serupa juga ditemukan di lingkungan Telkom Group. Dony menjelaskan, dalam sejumlah proyek pembangunan jaringan serat optik, pekerjaan harus melewati beberapa lapis perusahaan sebelum dieksekusi, sehingga menimbulkan biaya tambahan yang tidak perlu.

Menurutnya, jika seluruh proses streamlining rampung dan jumlah entitas berhasil dipangkas menjadi sekitar 254 perusahaan, Danantara berpotensi menghemat  langsung sekitar Rp50 triliun tanpa harus menunggu peningkatan profitabilitas perusahaan hasil konsolidasi.

Di sisi lain, Dony memastikan program efisiensi ini tidak akan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. Seluruh karyawan tetap akan dipertahankan dan dialihkan ke perusahaan hasil konsolidasi.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Danantara Ungkap Alasan BUMN Dipangkas dari 1.077 jadi 200 | Monitor Indonesia