BREAKINGNEWS

Harga Emas Turun Lagi, Bersiap Hadapi Pelemahan Mingguan Ketiga

Harga Emas Turun Lagi, Bersiap Hadapi Pelemahan Mingguan Ketiga
Harga Emas Melemah pada perdagangan Jumat (19/6/2026) (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Harga emas kembali melemah pada perdagangan Jumat (19/6/2026) dan mencatat penurunan mingguan untuk ketiga kalinya secara beruntun. Tekanan terhadap logam mulia masih datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta sikap Federal Reserve (The Fed) yang mengindikasikan kebijakan suku bunga akan tetap ketat.

Berdasarkan data Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.189,26 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus terkoreksi lebih dalam, yakni 0,9%, ke level US$ 4.207,80 per ons troi.

Penurunan harga emas terjadi di tengah indeks dolar AS yang bertahan dekat level tertinggi dalam setahun terakhir. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS, sehingga permintaan berkurang.

Selain faktor dolar, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven. Kapal tanker minyak kembali melintasi Selat Hormuz setelah AS mencabut blokade terhadap Iran menyusul berlakunya kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.

Meski ketegangan mulai mereda, pasar masih menilai sejumlah isu penting antara AS dan Iran yang belum sepenuhnya terselesaikan, sehingga ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya hilang.

Di sisi lain, investor juga mencermati potensi peningkatan tekanan inflasi akibat dampak perang Iran yang mendorong bank sentral di berbagai negara mempertimbangkan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Federal Reserve menjadi salah satu bank sentral yang memberi sinyal kuat mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Berdasarkan proyeksi terbaru The Fed yang dirilis usai rapat kebijakan pekan ini, sebanyak sembilan dari 19 pejabat bank sentral AS memperkirakan suku bunga acuan perlu dinaikkan tahun ini.

Dalam rapat perdananya sebagai Ketua The Fed, Kevin Warsh memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%. 

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas. Pasalnya, logam mulia tidak menawarkan imbal hasil (yield), sehingga daya tariknya cenderung berkurang ketika instrumen berbunga memberikan keuntungan yang lebih tinggi.

Sejalan dengan perubahan ekspektasi tersebut, Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas akhir tahun menjadi US$ 4.900 per ons troi dari sebelumnya US$ 5.400 per ons troi. Revisi tersebut dilakukan setelah bank investasi tersebut tidak lagi memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun ini. 

Tekanan juga terlihat pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 0,8% menjadi US$ 65,32 per ons troi. Harga platinum melemah 0,9% ke level US$ 1.680,87 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,5% menjadi US$ 1.272 per ons troi.

Di sisi lain, Bursa Komoditas Dubai mengumumkan rencana peluncuran kontrak berjangka emas dengan skema penyelesaian pada hari yang sama (same-day settlement) mulai Senin depan. Inisiatif ini dilakukan untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan aset safe haven sekaligus memperkuat likuiditas perdagangan emas di kawasan tersebut.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Harga Emas Turun Lagi, Bersiap Hadapi Pelemahan Mingguan Ket | Monitor Indonesia