BREAKINGNEWS

Sasar Empat Desa, BNI Perkuat Penanganan Stunting di Pangalengan

Sasar Empat Desa, BNI Perkuat Penanganan Stunting di Pangalengan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Foto: Dok. BNI)

Jakarta, MI - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat lewat Program Desa Sehat Bebas Stunting di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Program ini menyasar empat desa, yaitu Sukamanah, Banjarsari, Wanasuka, dan Margamukti.

Inisiatif yang merupakan bagian dari program BNI Berbagi ini dijalankan bersama Pemerintah Kecamatan Pangalengan dan Puskesmas Sukamanah. Melalui kegiatan ini, BNI menyalurkan dukungan gizi dan edukasi kesehatan bagi kelompok rentan, mulai dari anak berisiko stunting, ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), hingga remaja putri.

Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Okki Rushartomo, mengatakan bahwa program ini merupakan wujud kontribusi perseroan dalam mendukung agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui intervensi kesehatan dan gizi masyarakat.

“Program Desa Sehat Bebas Stunting ini merupakan wujud kontribusi BNI dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. Program ini menjadi bagian dari komitmen BNI untuk hadir memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Okki dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, BNI menyalurkan Paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan kepada 65 anak yang berisiko stunting, yang diberikan selama 52 hari berturut-turut. Tak hanya itu, BNI juga memberikan Paket Nutrisi bagi 12 ibu hamil dengan kondisi KEK selama 60 hari berturut-turut.

Upaya pencegahan juga menyasar remaja putri, di mana sebanyak 50 orang menerima dukungan nutrisi dan tablet tambah darah sebagai langkah awal mencegah stunting sejak dini. Seluruh rangkaian intervensi ini akan berlangsung selama tiga bulan, dengan pendampingan dan pemantauan berkala untuk memastikan efektivitas program.

Okki menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas penting dalam pembangunan nasional. Menurutnya, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini karena kondisi tersebut dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.

Kabupaten Bandung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena dinilai masih membutuhkan penguatan upaya pencegahan stunting. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Bandung tercatat sebesar 24,1%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat.

Selain fokus pada pemenuhan gizi, Program Desa Sehat Bebas Stunting juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan keluarga, memperkuat peran posyandu, serta mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

BNI menilai, penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, maupun masyarakat. Karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan terintegrasi melalui edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, dan pemantauan kondisi penerima manfaat.

“Sinergi antara dunia usaha, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Berlandaskan semangat melayani sepenuh hati, BNI akan terus memperluas kontribusinya dalam mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul,” tutur Okki.

BNI juga menegaskan, pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai sejak usia dini. Melalui Program BNI Berbagi, perseroan berkomitmen menghadirkan program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Sasar Empat Desa, BNI Perkuat Penanganan Stunting di Pangale | Monitor Indonesia