BREAKINGNEWS

NTP Petani Turun Meski Harga Beras Terus Naik

NTP Petani Turun Meski Harga Beras Terus Naik
Nilai Tukar Petani (NTP) melemah pada Juni 2026 (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) kembali melemah pada Juni 2026. Meski hanya turun tipis 0,06%, penurunan ini mencerminkan beban pengeluaran petani yang meningkat lebih cepat dibandingkan pendapatan yang mereka peroleh dari hasil panen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan NTP Juni 2026 berada di level 127,65, turun dari bulan sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) hanya naik 0,49%, lebih rendah dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang meningkat 0,55%.

"Jadi indeks harga yang diterimanya lebih rendah dari indeks harga yang dibayar, maka ini pengaruhnya terhadap penurunan NTP-nya," ujar Ateng dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut Ateng, kenaikan harga komoditas seperti karet, gabah, bawang merah, dan jagung memang mendorong pendapatan petani. Namun, pada saat yang sama biaya yang harus mereka keluarkan juga meningkat akibat naiknya harga beras, bawang putih, hingga bensin.

Akibatnya, meski pendapatan petani ikut meningkat, laju kenaikan biaya yang harus mereka keluarkan lebih besar sehingga NTP mengalami penurunan.

Berdasarkan subsektor, hanya tanaman pangan yang mencatat kenaikan NTP pada Juni 2026. Sebaliknya, subsektor hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan sama-sama mengalami penurunan.

"Dari subsektornya, hanya subsektor tanaman pangan yang mengalami peningkatan NTP di Juni 2026. Untuk tanaman hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan mengalami penurunan NTP-nya," ungkap Ateng.

Di sisi lain, BPS juga mencatat rata-rata harga beras naik pada Juni 2026 di seluruh rantai distribusi, mulai dari tingkat penggilingan hingga eceran. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga beras naik 0,97% dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 6,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk beras premium, kenaikannya mencapai 1,01% secara bulanan dan 11,66% secara tahunan, sedangkan beras medium naik 0,92% secara bulanan dan 5,10% secara tahunan.

Kenaikan harga juga terjadi di tingkat grosir dengan inflasi beras sebesar 0,82% secara bulanan dan 5,12% secara tahunan. Sementara itu, di tingkat eceran, harga beras naik 0,45% dibandingkan bulan sebelumnya dan 3,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan mencakup di seluruh wilayah di Indonesia. Sekali lagi ini merupakan harga rata-rata," pungkas Ateng.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

NTP Petani Turun Meski Harga Beras Terus Naik | Monitor Indonesia