BREAKINGNEWS

Pasar Bersiap Hadapi Pekan Krusial, Keputusan BI dan Gelombang Data Global Jadi Penentu

Pasar Bersiap Hadapi Pekan Krusial, Keputusan BI dan Gelombang Data Global Jadi Penentu
Pasar Bersiap Hadapi Pekan Krusial, Keputusan BI dan Gelombang Data Global Jadi Penentu

Jakarta, MI– Pelaku pasar memasuki pekan yang penuh tekanan. Keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), arah kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB), hingga rilis data inflasi dari sejumlah negara diperkirakan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan rupiah, pasar saham, dan arus investasi sepanjang pekan ini.

Sorotan utama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan pada Rabu (22/7/2026). Bloomberg Economics memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen sebagai langkah mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah yang kembali menghadapi tekanan di tengah ketidakpastian global.

Kenaikan suku bunga tersebut dipandang sebagai upaya BI menjaga kepercayaan investor sekaligus meredam tekanan terhadap mata uang domestik yang dipengaruhi tingginya volatilitas pasar keuangan internasional.

Di kawasan Asia, bank-bank sentral juga diperkirakan mengambil langkah hati-hati. China diproyeksikan mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun di level 3 persen dan tenor lima tahun sebesar 3,5 persen guna menopang pemulihan ekonomi. Sementara itu, Bank Sentral Sri Lanka diperkirakan memilih menahan suku bunga setelah sebelumnya melakukan kenaikan agresif.

Selain kebijakan moneter, investor juga mencermati sejumlah indikator ekonomi yang berpotensi mengubah arah pasar. Jepang dijadwalkan merilis data inflasi Juni yang diperkirakan meningkat, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya secara bertahap.

Di Korea Selatan, pertumbuhan ekonomi kuartal II diproyeksikan melambat menjadi 0,4 persen dibanding kuartal sebelumnya. Australia diperkirakan mencatat kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,5 persen, sedangkan Selandia Baru dan Singapura diprediksi melaporkan inflasi yang meningkat akibat masih tingginya harga energi.

Rangkaian keputusan bank sentral dan data ekonomi tersebut diperkirakan akan menjadi penentu sentimen pasar global. Pelaku pasar kini menunggu apakah langkah BI dan bank-bank sentral lainnya mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya tekanan eksternal dan ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan dunia.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Pasar Bersiap Hadapi Pekan Krusial, Keputusan BI dan Gelombang Data Global Jadi Penentu | Monitor Indonesia