BREAKINGNEWS

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih 10%, Saham Migas RI Kompak Melemah

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih 10%, Saham Migas RI Kompak Melemah
Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih 10%, Saham Migas RI Kompak Melemah

Jakarta, MI– Pelemahan tajam harga minyak dunia langsung menekan saham-saham sektor minyak dan gas (migas) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran menahan eskalasi konflik membuat harga minyak Brent terkoreksi lebih dari 10 persen, memicu aksi jual pada saham emiten energi.

Berdasarkan data perdagangan Senin (27/7/2026), harga minyak mentah Brent turun 10,38 persen secara point-to-point ke level US$90,24 per barel. Penurunan tersebut mengubah sentimen pasar yang sebelumnya didorong kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

Koreksi harga minyak langsung berdampak pada saham-saham migas yang selama ini diuntungkan oleh tingginya harga komoditas energi.

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi salah satu yang tertekan dengan penurunan 3,01 persen ke level Rp1.285 per saham, bahkan sempat menyentuh Rp1.250 pada awal perdagangan.

Tekanan juga dialami PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang melemah 2,75 persen ke posisi Rp1.410 per saham, setelah sempat turun hingga Rp1.375.

Sementara itu, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) ikut terkoreksi 1,51 persen ke level Rp655 per saham, mengikuti pelemahan sektor energi secara keseluruhan.

Penurunan harga minyak terjadi setelah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global mulai mereda. Sikap saling menahan antara Amerika Serikat dan Iran dinilai mengurangi risiko konflik yang sebelumnya mendorong lonjakan harga minyak.

Kondisi tersebut membuat investor mulai mengurangi eksposur terhadap saham-saham migas yang selama beberapa pekan terakhir menikmati sentimen positif akibat tingginya harga minyak dunia.

Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta arah permintaan energi global. Jika harga minyak terus bergerak turun, tekanan terhadap saham-saham migas diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek, sementara sektor lain yang diuntungkan oleh biaya energi yang lebih rendah berpotensi menjadi tujuan rotasi investasi.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih 10%, Saham Migas RI Kompak Melemah | Monitor Indonesia