BREAKINGNEWS

El Nino Hantam Pertanian, 35.000 Hektare Lahan Mengering, Pemerintah Siapkan Insentif Pangan

El Nino Hantam Pertanian, 35.000 Hektare Lahan Mengering, Pemerintah Siapkan Insentif Pangan
El Nino Hantam Pertanian, 35.000 Hektare Lahan Mengering, Pemerintah Siapkan Insentif Pangan

Jakarta, MI– Ancaman El Nino mulai berdampak terhadap sektor pertanian nasional. Kementerian Pertanian mencatat sekitar 35.000 hektare lahan pertanian di berbagai daerah mengalami kekeringan akibat penurunan curah hujan, dengan wilayah terdampak terbesar berada di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sebagian Sumatera.

Meningkatnya luas lahan yang terdampak mendorong pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk membuka peluang pemberian insentif bagi sektor pangan guna menjaga produksi pertanian dan stabilitas harga bahan pokok.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi produksi pangan sebelum menetapkan kebijakan tambahan. Meski demikian, pemerintah memastikan sektor pangan akan menjadi prioritas dalam menghadapi dampak El Nino.

"Nanti kita lihat," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (29/7/2026), saat ditanya mengenai kemungkinan pemberian insentif khusus.

Airlangga menegaskan pemerintah selama ini terus memberikan berbagai kemudahan untuk mendukung sektor pangan agar tetap mampu menjaga pasokan nasional di tengah ancaman cuaca ekstrem.

"Selalu kita berikan kemudahan untuk pangan," ujarnya.

Pemerintah kini memetakan daerah-daerah yang mengalami penurunan curah hujan untuk menentukan langkah penanganan yang paling efektif. Salah satu strategi yang disiapkan adalah program pompanisasi, yakni mengalirkan air dari sungai atau sumber air lainnya ke lahan pertanian yang masih dapat diselamatkan.

"Ya, kita monitor aja karena memang di beberapa daerah hujan kan sudah tidak turun dan mana daerah yang bisa diselesaikan dengan pompanisasi, di mana sungai-sungainya yang masih banyak air, dan bagaimana mendistribusikan air itu ke daerah-daerah yang produktif," jelas Airlangga.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap lahan produktif tetap dapat ditanami meski curah hujan terus menurun. Selain menjaga produksi di tingkat petani, pemerintah juga berupaya memastikan distribusi pangan tetap lancar agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di pasar.

Hingga kini pemerintah masih mengkaji berbagai bentuk dukungan yang akan diberikan kepada sektor pangan. Opsi yang dipertimbangkan meliputi subsidi, bantuan sarana produksi pertanian, dukungan irigasi, hingga insentif fiskal bagi pelaku usaha pangan.

Besaran bantuan akan disesuaikan dengan perkembangan El Nino, luas lahan yang terdampak kekeringan, ketersediaan sumber air, hasil produksi pertanian, serta kondisi harga pangan nasional.

Ancaman El Nino menjadi perhatian serius pemerintah karena gangguan terhadap produksi pertanian dapat memicu kenaikan harga bahan pokok, meningkatkan inflasi, serta menekan daya beli masyarakat. **

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

El Nino Hantam Pertanian, 35.000 Hektare Lahan Mengering, Pemerintah Siapkan Insentif Pangan | Monitor Indonesia