BREAKINGNEWS

Whoosh Bikin KAI Tertekan, Laba Bersih Ambles 73%

Whoosh Bikin KAI Tertekan, Laba Bersih Ambles 73%
PT Kereta Api Indonesia (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kinerja berlawanan arah pada semester I-2026. Pendapatan dan laba operasional masih tumbuh, tetapi laba bersih perseroan justru anjlok akibat tekanan dari investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC) melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, KAI membukukan pendapatan Rp17,96 triliun, naik 6,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp16,85 triliun.

Dari sisi operasional, kinerja KAI juga masih positif. Laba usaha melonjak 25,8% menjadi Rp4,66 triliun dari Rp3,71 triliun. Namun, capaian tersebut tidak mampu menahan tekanan pada laba bersih.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada perseroan hanya mencapai Rp314,03 miliar, terjun 73,5% dibandingkan semester I-2025 yang mencapai Rp1,18 triliun.

Biang kerok penurunan laba bukan berasal dari bisnis inti kereta api, melainkan lonjakan rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama.

Pos bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama membengkak menjadi minus Rp2,99 triliun pada semester I-2026, dari sebelumnya minus Rp948,2 miliar. Beban ini langsung memangkas keuntungan operasional KAI.

Whoosh Seret Laba KAI

Berdasarkan laporan keuangan, sumber tekanan terbesar berasal dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), entitas ventura bersama yang 58,53% sahamnya dimiliki KAI.

PSBI merupakan kendaraan investasi konsorsium BUMN yang menjadi pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Pada semester I-2026, PSBI mencatat rugi bersih Rp5,13 triliun. Sementara total aset PSBI tercatat Rp21,53 triliun, dengan liabilitas mencapai Rp21,55 triliun.

Karena KAI mencatat investasi di PSBI menggunakan metode ekuitas, kerugian tersebut ikut menggerus kinerja keuangan perseroan sesuai porsi kepemilikan.

Bagian rugi bersih KAI dari investasi di PSBI tercatat mencapai Rp3,005 triliun pada semester I-2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,92 triliun.

Dampaknya, nilai investasi KAI di PSBI menyusut drastis. Dari Rp4,79 triliun pada akhir 2025, nilainya turun menjadi Rp1,79 triliun per Juni 2026.

Selain melalui kepemilikan saham, KAI juga ikut menopang proyek Whoosh melalui pinjaman pemegang saham kepada PSBI. Hingga akhir Juni 2026, total pinjaman yang telah dikucurkan KAI mencapai lebih dari Rp1,72 triliun.

Meski bisnis utama masih tumbuh, beban investasi proyek kereta cepat membuat KAI harus menghadapi tekanan besar pada kinerja keuangan semester I-2026.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Whoosh Bikin KAI Tertekan, Laba Bersih Ambles 73% | Monitor Indonesia