BREAKINGNEWS

Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Ambles

Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Ambles
Harga minyak dunia anjlok setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Harga minyak dunia anjlok setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan perundingan baru dengan Iran akan dimulai pada Senin. Pasar merespons positif keputusan Trump yang membatalkan rencana serangan terhadap Republik Islam tersebut.

Minyak Brent kontrak Oktober sempat merosot 7,3% ke US$81,55 per barel. Padahal sepanjang Juli, Brent melonjak hampir 25% atau mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Maret. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$80 per barel.

Trump mengatakan keputusan membatalkan serangan diambil setelah mendapat dorongan dari sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, agar Washington mengedepankan jalur diplomasi.

Lewat Truth Social, Trump menegaskan pembatalan serangan dilakukan dengan syarat kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz bisa segera tercapai. Ia pun meminta seluruh pihak mempercepat proses negosiasi.

Selama Juli, harga Brent bergerak liar dengan rentang sekitar US$32 per barel akibat memanasnya kembali konflik setelah gencatan senjata Juni runtuh. Ketegangan bahkan meluas ke Laut Merah dan Yordania sebelum kembali memasuki jeda diplomatik pada akhir Juli.

Meski begitu, kepastian pembukaan Selat Hormuz masih menjadi tanda tanya. Jalur strategis tersebut menjadi lintasan sekitar 20% pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia. Akhir pekan lalu, sebuah kapal tanker LNG asal Qatar juga dilaporkan terkena proyektil saat melintas di kawasan itu.

Di pasar energi, kontrak berjangka gas alam Eropa sempat turun hingga 6,3% pada awal perdagangan Asia.

Dari Teheran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan perundingan dengan Oman telah memasuki tahap akhir. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kedua negara tengah membahas jalur pelayaran baru di Selat Hormuz, tetapi belum membahas apakah jalur tersebut akan ditutup atau tetap dibuka.

Di sisi lain, negara-negara utama OPEC+ menyepakati kenaikan terbatas kuota produksi minyak. Keputusan itu menandai rampungnya pemulihan pasokan yang dipangkas sejak 2023 dan membuka ruang bagi peningkatan produksi jika konflik Timur Tengah mereda.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Ambles | Monitor Indonesia