Jakarta, MI - Nilai tukar rupiah kembali mendapat tekanan pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Mata uang Garuda melemah dan kembali menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah di pasar spot dibuka melemah 32 poin atau 0,18% ke posisi Rp18.029 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.
Pelemahan ini membalikkan penguatan rupiah pada perdagangan sebelumnya. Pada Senin (3/8/2026), rupiah sempat menguat 25 poin atau 0,14% dan ditutup di level Rp17.997 per dolar AS.
Pergerakan rupiah terjadi saat dolar AS kembali menunjukkan penguatan di pasar global. Indeks dolar AS bergerak naik menuju level 99,98 setelah sebelumnya berada di titik terendah dalam satu setengah bulan terakhir.
Sementara itu, yen Jepang masih mampu menjaga sebagian penguatannya setelah intervensi Bank of Japan (BOJ). Yen tercatat melemah tipis 0,1% ke kisaran 157,35 per dolar AS, setelah sebelumnya menyentuh level terkuat dalam tiga bulan di posisi 155,20.
Di sisi lain, euro bergerak relatif stabil di level US$1,1511 per dolar AS. Sementara poundsterling Inggris terkoreksi 0,06% menjadi US$1,3427 per dolar AS.
Ahli Strategi Pasar Global Jepang dari Invesco, Tomo Kinoshita, menilai pasar valuta asing masih menghadapi ketidakpastian seiring dinamika kebijakan bank sentral dan pergerakan dolar AS.
Pergerakan rupiah ke depan masih akan dipengaruhi sentimen global, terutama arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta respons investor terhadap perkembangan ekonomi dunia.
