Jakarta, MI - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah membuka lebih banyak ruang bagi pelaku usaha lokal dan pengusaha muda dalam proyek hilirisasi energi dan mineral. Menurut Kadin, agenda hilirisasi yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional tidak boleh hanya dikuasai kelompok konglomerat maupun investor asing.
Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia Widiyanto Saputro mengatakan, perluasan partisipasi pelaku usaha nasional menjadi salah satu dari empat sikap resmi Kadin terhadap arah kebijakan hilirisasi sektor energi dan mineral.
Menurutnya, pengusaha lokal harus mendapat kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok industri tambang, bukan hanya menjadi pelengkap di tengah derasnya investasi berskala besar.
"Ekosistem tambang energi ini penting untuk tetap dibuka ruangnya bagi para pengusaha lokal dan para pengusaha muda sehingga tidak cuman jadi mainan dari pengusaha besar atau pihak asing. Caranya macam-macam, bisa pakai kemitraan, bisa pakai berbagai persyaratan misalnya tingkat kandungan dalam negeri dan sebagainya," kata Widiyanto, Kamis (6/8/2026).
Selain memperluas akses pelaku usaha, Kadin juga menyoroti pentingnya kepastian regulasi, khususnya terkait tata kelola dan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor mineral yang dapat diprediksi dalam jangka panjang.
"Kita menyuarakan pentingnya tata kelola dan kuota RKAB ini secara jangka panjang bisa terprediksi sehingga kelayakan bisnis tetap terjaga karena kita menangkap banyak sekali kekhawatiran tentang itu," ujarnya.
Tak hanya itu, Kadin juga mendesak pemerintah mempercepat pengembangan industri di sepanjang rantai pasok mineral. Langkah tersebut dinilai penting agar hilirisasi tidak berhenti pada tahap pengolahan bahan baku, melainkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan memperkuat daya saing industri nasional.
Sebagai poin terakhir, Kadin menegaskan pembenahan tata kelola sektor energi dan mineral harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
"Ini posisi Kadin terhadap kebijakan hilirisasi energi dan minerba pada saat ini, secara resmi posisi kita seperti itu," pungkasnya.
