BREAKINGNEWS

Danantara Sudah Tutup 274 BUMN hingga Akhir Juli

Danantara Sudah Tutup 274 BUMN hingga Akhir Juli
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani (Foto: Dok. MI)

Jakarta, MI - BPI Danantara terus menggeber agenda restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN). Hingga akhir Juli 2026, lembaga pengelola investasi negara itu telah menutup 274 perusahaan pelat merah sebagai bagian dari langkah besar merampingkan ekosistem BUMN agar lebih efisien dan lincah.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, proses streamlining tersebut telah berjalan signifikan dan akan terus berlanjut hingga target pemerintah tercapai.

“Streamlining yang kita sudah lakukan kurang lebih sudah 274 perusahaan,” ujar Rosan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Tak hanya menyasar perusahaan kecil, perampingan juga dilakukan di BUMN strategis seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Fokus utamanya ialah memangkas lapisan organisasi yang dinilai terlalu panjang sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan operasional perusahaan semakin efektif.

“Pengurangan layer-layer terutama di perusahaan BUMN yang besar, Pertamina, PLN,” kata Rosan.

Melalui penyederhanaan struktur tersebut, pemerintah berharap BUMN dapat bergerak lebih gesit, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat daya saing di tengah tantangan bisnis yang semakin kompleks.

Pemerintah sendiri menargetkan jumlah perusahaan BUMN akan menyusut menjadi sekitar 350 entitas hingga akhir 2026.

Danantara Beberkan Kinerja BUMN

Di sisi lain, BPI Danantara sebelumnya juga merilis gambaran kinerja keuangan sejumlah BUMN untuk periode April 2025 hingga April 2026. Dalam siaran pers yang disampaikan kepada media, sejumlah perusahaan pelat merah tercatat berhasil membukukan pertumbuhan laba selama periode tersebut.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan daftar perusahaan yang dipublikasikan bukanlah keseluruhan BUMN yang mencatatkan kinerja positif.

“Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan,” jelas Rohan dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Publikasi kinerja itu muncul di tengah sorotan publik terkait belum diterbitkannya laporan keuangan konsolidasian Danantara. Menanggapi hal tersebut, Rohan menegaskan penyusunan laporan masih berlangsung dan akan diumumkan setelah seluruh tahapan audit selesai sesuai ketentuan yang berlaku.

“Akan disampaikan setelah seluruh proses audit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Selain menjalankan transformasi BUMN, Danantara juga telah mengalokasikan investasi strategis untuk pengembangan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Makkah. Lembaga tersebut turut mendukung proyek waste-to-energy sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Danantara Sudah Tutup 274 BUMN hingga Akhir Juli | Monitor Indonesia