Jakarta, MI – Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) kembali menjadi perhatian investor seiring menguatnya minat pasar terhadap sektor energi. MEDC pada kisaran Rp1.280-Rp1.350 dengan target harga Rp1.700.
Dengan acuan harga rekomendasi Rp1.280, target tersebut menyimpan potensi kenaikan sekitar 32,8 persen. Sementara jika menggunakan batas atas Rp1.350, ruang kenaikannya sekitar 25,9 persen.
Rekomendasi tersebut muncul ketika aktivitas saham sektor energi mulai kembali meningkat. MEDC dinilai memiliki katalis dari peningkatan produksi migas dan prospek bisnis energi yang masih kuat.
Secara fundamental, Medco menargetkan produksi migas 165-170 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2026. Target tersebut merupakan level produksi tertinggi dalam sejarah perseroan.
Pada kuartal I 2026, produksi MEDC bahkan telah mencapai sekitar 170 ribu BOEPD, naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
MEDC Bergerak di Tengah Pasar yang Kembali Berfluktuasi
Pergerakan MEDC pada perdagangan Kamis (13/8/2026) menunjukkan volatilitas cukup tinggi. Data harga saham Medco mencatat MEDC sempat berada di Rp1.295, setelah dibuka pada Rp1.325, dengan level tertinggi intraday Rp1.350.
Sementara IHSG sendiri sebelumnya mengalami rebound kuat dan pada perdagangan Rabu (12/8) ditutup naik 1,69 persen ke level 6.373,85. Namun, aksi jual investor asing masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena MEDC termasuk salah satu saham yang dilepas asing pada perdagangan tersebut.
Kondisi itu menunjukkan peluang penguatan saham energi tetap terbuka, tetapi pergerakannya tidak terlepas dari volatilitas IHSG, arus dana asing, harga minyak dunia, serta sentimen makroekonomi global.
Medco juga terus memperluas portofolio bisnisnya. Selain peningkatan produksi, perseroan tengah menyiapkan sejumlah proyek pengembangan, termasuk Blok Sakakemang, sementara operatorship Cendramas PSC di Malaysia dijadwalkan efektif pada September 2026.
Target Rp1.700 Jadi Level yang Diburu
Herman Halim mempertahankan target MEDC di Rp1.700 dan menilai saham tersebut masih layak menjadi salah satu pilihan utama di sektor energi.
Namun, target harga merupakan proyeksi, bukan jaminan keuntungan. Investor tetap perlu memperhatikan risiko koreksi, terutama karena saham MEDC bergerak cukup volatil dan harga energi global dapat berubah cepat.
Dengan posisi MEDC yang saat ini berada di sekitar Rp1.300-an, target Rp1.700 berarti saham tersebut masih membutuhkan kenaikan sekitar 30 persen untuk mencapainya.
Di tengah konsentrasi minat investor terhadap saham energi, MEDC kini berada dalam radar pasar sebagai salah satu emiten yang memiliki kombinasi pertumbuhan produksi, eksposur migas dan prospek ekspansi.**
