Jakarta, MI— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Meski bursa Wall Street ditutup menguat dan indeks S&P 500 mencetak rekor baru, investor domestik masih menghadapi sejumlah sentimen negatif.
Mengacu pada riset CGS International Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Indeks diproyeksikan menguji area support 6.205–6.110, sementara resistance berada di level 6.400–6.500.
Tekanan utama datang dari aksi jual investor asing yang masih membayangi pasar saham domestik. Sikap wait and see investor juga diperkirakan meningkat menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto terkait penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di DPR.
Di sisi lain, sentimen global sebenarnya memberikan ruang positif. Bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan sebelumnya, dengan S&P 500 mencatat level tertinggi sepanjang sejarah.
Penguatan tersebut didukung penurunan harga minyak mentah serta data inflasi tingkat produsen Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan.
Harga minyak mentah WTI turun lebih dari 2% menjadi sekitar US$81,25 per barel, sedangkan Brent terkoreksi lebih dari 2% ke level US$87,07 per barel.
Penurunan harga minyak terjadi di tengah melemahnya permintaan yang dipengaruhi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Dari sisi inflasi, indeks harga produsen AS pada Juli 2026 tercatat 0% secara bulanan, lebih rendah dari ekspektasi 0,2%. Secara tahunan, inflasi produsen mencapai 4,7%, juga di bawah perkiraan 4,9%.
Inflasi inti produsen secara tahunan berada di level 4,2%, turun dari 4,7% pada periode sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Kondisi tersebut membuka peluang sentimen positif bagi pasar saham Indonesia, terutama jika penguatan Wall Street dan sejumlah komoditas mampu mendorong minat beli investor.
Namun, tekanan dari dalam negeri tetap menjadi perhatian. Investor kini menunggu arah kebijakan ekonomi pemerintah yang akan disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan sekaligus penyampaian RAPBN 2027.
Di tengah kondisi pasar yang cenderung hati-hati, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Cimory Group Indonesia Tbk (CMRY), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).
Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan sangat dipengaruhi kombinasi sentimen global, arus dana asing, serta respons pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dalam RAPBN 2027.**
