BREAKINGNEWS

Komisi XI: Pengelolaan Keuangan Negara Akan Capai Rp4.000 Triliun Pada Tahun 2027

Komisi XI: Pengelolaan Keuangan Negara Akan Capai Rp4.000 Triliun Pada Tahun 2027
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal

Jakarta, MI - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal mengatakan, pengelolaan keuangan Indonesia akan mencapai Rp4.000 triliun pada tahun 2027. Menurutnya, RAPBN yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto cukup membanggakan. Selama ini terdengar banyak skeptisme atau bahkan cenderung pesimis terhadap pengelolaan fiskal.

 

"Tapi kalau kita lihat kan semuanya cukup baik. Rating Agency di Tiongkok, malah menyampaikan penilaian yang paling tinggi terhadap pengelolaan keuangan kita. Jadi saya rasa kita baru tahun depan akan menembus Rp4.000 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia," kata Hekal kepada monitorindonesia.com di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

 

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah untuk kesejahteraan rakyat.

 

"Jadi saya rasa cukup banyak sekali tadi yang disampaikan program, dan semuanya bunyinya untuk kerakyatan, menyelesaikan semua perbaikan sekolah, menambah fasilitas kesehatan, aneka program untuk masyarakat. Jadi saya rasa ini sebenarnya persembahan untuk rakyat yang terbaiklah yang disampaikan oleh Presiden," katanya.

 

Ia menyebutkan, Nota Keuangan dan RAPBN yang disampaikan oleh Presiden akan berdampak positif  bagi stakeholder maupun masyarakat. Ia mencontohkan, pengelolaan dana di Danantara Sumberdaya Indonesia yang mengelola beberapa komoditas mampu meningkatkan penerimaan negara dan menjadi tulang punggung untuk secara macam program yang akan diluncurkan demi meningkatkan kesejahteraan.

 

"Karena kita semua tahu selama ini orang mempertanyakan pengelolaan fiskal itu kan satu, sebetulnya Debt Service Ratio kita sudah terlalu tinggi. Nah dengan adanya pemasukan-pemasukan baru, akan menjadi longgar untuk kita bisa melakukan aneka program lain yang dicita-citakan oleh Republik. Ya, karena menurut saya semua yang disampaikan itu dampaknya sangat positif terhadap yang utama itu kan nantinya penerimaan. Contoh orang meragukan soal DSI, tapi dalam operasi tahapan awal saja sudah disampaikan Presiden bahwa ada penambahan atau potensi penambahan Rp5 miliar dolar dari Rp14 miliar yang dikelola di awal periode percobaan ini. Karena dia kan baru akan full nanti di 1 Januari 2027," katanya.

 

Sementara, target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah sebesar 6 % akan sangat mungkin tercapai. Sebab, dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi maksimal 6,5 %.

 

"Nah saya rasa 6% itu kan target yang kalau kemarin kita waktu KEM-PPKF, rangenya saja sampai batas 6,5 %. Jadi ini masih mengambil yang relatif moderat. Tapi kan luar biasa kalau akhirnya kita bisa pecah rekor sampai ke 6%. Dan saya rasa sangat mungkin, karena di dalam 2 kuartal yang dikelola oleh Pak Purbaya Yudhi Sadewa, itu kan 2 kuartal awal, itu 5,39%kemudian 5,61.% Kuartal ketiganya itu kan agak turun karena ada juga peningkatan suku bunga. Nah sebenarnya kalau nggak ada mungkin bisa lebih tinggi lagi. Nah inipun dengan semester pertama masih 5,45%. Saya rasa potensi untuk kita bisa tingkatkan lagi masih ada," kata Hekal.

Topik:

Zul Sikumbang

Penulis

Video Terbaru

Komisi XI: Pengelolaan Keuangan Negara Akan Capai Rp4.000 Triliun Pada Tahun 2027 | Monitor Indonesia