Eks Direktur Keuangan BPJS-TK Diperiksa Kejagung

  • Whatsapp
Eks Direktur Keuangan BPJS-TK Diperiksa Kejagung
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak

Monitorindonesia.com – Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa mantan Direktur Keuangan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Evi Afianti terkait kasus dugaan korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di BPJS Ketenagakerjaan. Evi diperiksa penyidik bersama A selaku karyawan Mandiri Sekuritas pada Selasa (06/04/21).

Evi sendiri sudah dua kali diperiksa penyidik. Pemeriksaan terhadap Evi Afiatin yang pertama, Jumat (22/01/21).

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini Penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti dugaan korupsi yang diduga rugikan negara hingga puluhan triliun itu. Belum ada pihak yang dicekal apalagi menjadi tersangka.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Rabu (07/04/2021).

Belum ditetapkannya tersangka dalam kasus BPJS Ketenagakerjaan karena penyidik masih sulit membuktikan pelanggaran melawan hukum pengelolaan dana investasi BPJS. Sebab perhitungan kerugian negara yang ditaksir penyidik bukan kerugian negara tapi unrealiazed loss atau potential loss.

Sebelumnya penyidik memeriksa mantan Direktur BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan Direktur Pengembangan Investasi telah diperiksa. Terbaru penyidik memeriksa Deputi Direktur SPI BPJS Ketenagakerjaan tahun 2019.

Penyidik juga telah memeriksa sederet saksi dari perusahaan sekuritas. Antara lain Dirut PT Trimegah Asset Management Anthony Dirga juga diperiksa. Lalu saksi lain adalah MKS selaku Direktur Pelayanan BPJS-TK, HP selaku Dealer Pasar Utang BPJS-TK, dan II selaku Deputi Direktur Analisa Portofolio BPJS Ketenagakerjaan.

Diketahui, Tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung telah melakukan penggeledahan pada Senin (18/01/21). Dalam penggeledahan, tim penyidik tindak pidana khusus menyita sejumlah dokumen dan alat bukti. (Fanal Sagala)

Pos terkait