Pentingnya Etika Dalam Realisasi Investasi 1.200 Triliun

  • Whatsapp
Pentingnya Etika Dalam Realisasi Invenstasi 1.200 Triliun
Anggota Komisi VI DPR RI Hendrik Lewerissa [Foto-Ist]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Komisi VI DPR menggelar rapat kerja bersama Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanganan Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (08/06/2021). Rapat ini membahas tentang pembahasan RKAKL dan RKPKL tahun 2022.

Anggota Komisi VI DPR RI Hendrik Lewerissa mengingatkan kepada Menteri Investasi soal realisasi investasi sebesar Rp 1.200 triliun di tahun 2022 yang harus dijalankan dengan memperhatikan etika investasi.

Bacaan Lainnya

“Saya minta dengan segala hormat ke Pak Menteri, target kita memang untuk merealisasi target investasi yang ditentukan oleh Presiden, tapi mungkin ada pentingnya untuk memperhatikan etika investasi,” kata Hendrik dalam raker.

Hendrik menegaskan, Menteri Investasi memang harus terus mengejar target yang sifatnya kuantitas, tetapi tetap mengedepankan asas tanggung jawab yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, investasi wajib menyerap tenaga kerja domestik atau lokal yang sebesar besarnya serta wajib melaksanakan alih ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Jadi, jika ditanyakan kepada saya, seandainya saya ini di posisi Pak Menteri Investasi, investasi yang bagaimanakah yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Indonesia? Jawaban saya adalah investasi yang etis dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Menteri Investasi Raker dengan Komisi VI DPR

Politisi Partai Gerindra mencontohkan seperti di negara kawasan Afrika dan Asia Selatan yang membuka investasi yang sebesar-besarnya, namun hanya menikmati ampas alias hasil yang sedikit sebagai tuan rumah.

“Kerusakan lingkungan saja yang dinikmati oleh tuan rumah tetapi manfaat dari esensial investasi, nilai tambah peningkatan kesejahteraan, alih teknologi, proteksi terhadap lingkungan itu tidak terjadi,” pungkasnya. (AAS)

#Invenstasi 1.200 Triliun
#Etika Dalam Realisasi Invenstasi 1.200 Triliun

Pos terkait