Ever Given Harus Bayar Kompensasi Rp 13,12 Triliun

  • Whatsapp
Ever Given Harus Bayar Kompensasi Rp 13,12 Triliun
Kapal kontainer terdampar Ever Given, salah satu kapal kontainer terbesar di dunia kandas, di Terusan Suez, Mesir, 25 Maret 2021. (Foto: Reuters)

Suez, Monitorindonesia.com – Otoritas Terusan Suez (SCA) menuntut ganti rugi kepada pemilik kapal MV Ever Given yang telah membuat Terusan Suez lumpuh beum lama ini.

Seperti dilaporkan AFP, Rabu (14/4/2021), SCA meminta kompensasi senilai US$ 900 juta (Rp 13,12 triliun). yang memblokir Terusan Suez Mesir dan melumpuhkan perdagangan dunia selama hampir seminggu telah “disita” atas perintah pengadilan sampai pemilik kapal membayar.

Kapal MV Ever Given seberat 200.000 ton terjebak secara diagonal di arteri perdagangan global yang sempit namun penting dalam badai pasir pada tanggal 23 Maret. Kapal yang kandas memicu upaya besar-besaran selama enam hari oleh personel Mesir dan spesialis penyelamatan internasional untuk melepaskannya.

Perusahaan data maritim Lloyd’s List menyatakan penyumbatan oleh kapal MV Ever Given menghalangi sekitar US$ 9,6 miliar (Rp140 triliun) kargo antara Asia dan Eropa setiap hari karena macet. Kapal ini lebih panjang dari empat lapangan sepak bola standar.

Menurut SCA, akibat kapal Ever Given kandas di Terusan Suez, Mesir juga kehilangan pendapatan antara US$ 12 juta (Rp 175 miliar) dan US$ 15 juta (Rp218,7 miliar) untuk setiap hari penutupan jalur air.

“Kapal “Ever Given” disita karena gagal membayar ganti rugi US$ 900 juta,” kata kepala Otoritas Terusan Suez Osama Rabie seperti dikutip oleh Al-Ahram, satu surat kabar milik pemerintah.

Rabie tidak secara eksplisit mengutip pemilik Jepang Shoei Kisen Kaisha. Tetapi sumber berbeda di SCA mengatakan kepada AFP pada Selasa bahwa negosiasi mengenai kerusakan sedang berlangsung antara perusahaan itu, perusahaan asuransi dan otoritas kanal.

Kapal milik Jepang, yang dioperasikan Taiwan, dan berbendera Panama dipindahkan ke tempat berlabuh yang tidak mengganggu di Great Bitter Lake di kanal itu setelah dibebaskan pada 29 Maret. Penyumbatan kanal memicu antrean sebanyak 420 kapal di pintu masuk utara dan selatan ke kanal pada awal April.

“Angka kompensasi dihitung berdasarkan kerugian yang diderita oleh kapal yang di darat serta biaya pengapungan dan pemeliharaan,” kata Rabie, mengutip putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Ekonomi Ismailia di Mesir.[Yohana RJ]

Sumber; AFP

Pos terkait