Fahri Hamzah: Lembaga Super Body (KPK) Tanpa Pengawasan Super Kuat, Berpotensi Banyak Persoalan

  • Whatsapp
Fahri Hamzah: Lembaga Super Body (KPK) Tanpa Pengawasan Super Kuat, Berpotensi Banyak Persoalan

Monitorindonesia.com – Masih terkait ‘noda’ dalam tubuh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK), yang dibuat oleh orang-orang dalam, Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah mengungkapkan kalau dari dulu dirinya mengatakan bahwa lembaga yang super kuat, super body tanpa pengawasan yang juga kuat itu, berpotensi (menyimpan di dalam dirinya) banyak persoalan.

“Ini adalah pengalaman sejarah dalam berbangsa dan bernegara,” kata Fahri melalui keteramgan tertulisnya, Kamis (22/4/2021), terkait sejumlah isu ‘permainan’ diinternal lembaga antirasuah yang mulai terkuak ke ranah publik.

Bacaan Lainnya

Oleh sebab itu, menurut mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut, apa yang terjadi sekarang, ketika orang mulai membongkar tindakan-tindakan aparat, itu sebenarnya adalah pertanda baik bahwa pengawasan masyarakat mulai berani membongkar tindakan-tindakan yang menyimpang dari aparat yang sebelumnya tidak berani dibongkar, karena terlalu kuat dan tanpa pengawasan.

“Saran saya pada KPK, harus menikmati momen-momen ini untuk sekali lagi memperbaiki lembagamya. Saya kira semua orang KPK juga tahu, kalau dari dulu di dalam KPK banyak masalah,” katanya.

Cuma selama ini, lanjut Fahri, mereka (internal KPK, khususnya) memakai logika hollycow, yakni kalau sesuatu sudah dianggap suci, biasanya mereka tidak mau menerima bahwa di dalamnya ada kelemahan, dan itu lah yang terjadi dengan KPK di masa lalu.

“Kita terlalu mendewa-dewakan KPK, sampai-sampai kita tidak terima kalau di KPK ada masah, sehingga kadang-kadang yang salah pun kita bela habis-habisan,” sebut politisi Partai Golora Indonesia itu.

Namun sekarang, Fahri mengingatkan kalau masa itu sudah selesai, karena sekarang ini telah memasuki era baru, dimana suatu lembaga normal bahwa lembaga atau semua lembaga berpotensi di dalamnya juga menyimpan masalah.

“Jadi jangan selalu menganggap masalah ada pada orang lain. Sebab kemungkinan masalah itu ada dalam diri kita sendiri. Begitu cara berpikir baru yang menurut saya lebih baik bagi KPK dan lebih baik bagi bangsa Indonesia,” pumgkas Fahri Hamzah.

Sebagaimana diketahui, masyarakat mulai kurang percaya kepada KPK disebabkan karena sebulan belakangan lembaga antirasuah itu diterpa tiga skandal sekaligus. Skandal pertama, seorang pegawai KPK berinisial IGAS dipecat oleh Dewan Pengawas (Dewas) karena terbukti mencuri emas seberat 1,9 kilogram dari gudang barang bukti sitaan KPK.

Kedua, rencana penggeledahan KPK ke PT Jhonlin Baratama, pada 9 April 2021, diduga bocor sehingga penyidik pulang dengan tangan kosong. Kantor yang berlokasi di Batulicin, Kalimantan Selatan itu kosong begitu tim penyidik sampai ke sana, bahkan dokumen dari kantor perusahaan batu bara itu diduga telah dipindahkan menggunakan truk ke Desa Lalapin, Kotabaru, Kalsel.

Terbaru, seorang penyidik KPK asal Kepolisian diduga memeras Walikota Tanjungbalai, M Syahrial sebesar Rp1,5 Miliar. Dan saat ini, KPK bersama Divisi Profesi dan Pengamanan Polri sedang menelusuri kasus yang diduga melibatkan Walikota Tanjungbalai HM Syahrial saat menjabat DPRD. (Ery)

Pos terkait