Fraksi PDIP : Pemprov DKI Tak Ada Upaya Maksimal, Warga Terancam Kesulitan Air Bersih

  • Whatsapp
Fraksi PDIP : Pemprov DKI Tak Ada Upaya Maksimal, Warga Terancam Kesulitan Air Bersih
Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah.[Ist]

Jakarta, Monitorindonesia.com –  Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta angkat bicara terkait ketersediaan air bersih di Ibukota.  Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menilai tidak ada upaya peningkatan akses air bersih bagi masyarakat.

“Tak heran masih ada 40 persen warga DKI yang belum mendapatkan akses air bersih di Jakarta,” kata Ima di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Bacaan Lainnya

Selain itu Ima menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta tidak fokus untuk bekerjasama dengan pemerintah pusat dalam melanjutkan program SPAM yang pembangunannya dilakukan di Pondok Kopi dibangun oleh Kementerian PUPR (pekerjaan umum dan perumahan rakyat). “Padahal pengadaan air bersih itu untuk disalurkan ke masyarakat oleh DKI,” tegasnya.

Dia juga menyoroti terkait pengambilalihan pengelolaan air bersih di Jakarta yang terancam batal. Padahal jika dikelola langsung oleh Pemprov DKI Jakarta, bisa mencegah kerugian dan mencapai target perluasan air bersih di Ibukota.

“Malah Anies akan memperpanjang kontrak Aetra untuk 25 tahun kedepan,” bebernya.

Sebelumnya, Anies berencana mengambil alih pengelolaan air dari pihak swasta. Anies berargumen, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalami kerugian setelah perjanjian pada 1997 saat pengelolaan dilakukan oleh Palyja dan Aetra.

“Posisi Pemprov DKI sangat jelas dan tegas, Pemprov akan segera ambil alih pengelolaan air di Jakarta demi dukung target perluasan air bersih di Jakarta. Tujuannya koreksi perjanjian yang dibuat masa Orba ’97, selama 20 tahun perjanjian, pelayannya air bersih tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Anies kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, beberapa waktu lalu. (Zat)

Pos terkait