Ganjar Dikucilkan? Megawati Cek Ombak

  • Whatsapp
Ganjar Dikucilkan? Megawati Cek Ombak

Oleh : Arman Salam, Direktur Riset Indonesian Presidensial Studies (IPS)

 

Bacaan Lainnya

Dikucilkannya Ganjar Pranowo oleh PDI Perjuangan adalah bagian strategi PDIP atau memuluskan Puan Maharani?Politik tidak selalu kotak, kadang sekejap bisa saja bulat maupun lonjong.

Dari hasil survei calon presiden lembaga Indonesian Presidensial Studies (IPS), nama Ganjar Pranowo yang juga merupakan Gubernur petahana provinsi Jawa Tengah yang dikenal sebagai “kandang banteng” atau basis pemilih tradisional PDIP adalah figur capres yang bukan ecek-ecek.

Namanya (Ganjar) masuk dalam kelompok bang jago capres 2024 tergabung dalam kelompok papan atas versi hasil survei (Prabowo, Anies, Ganjar dan Ridwan Kamil)

Fakta 1.
Dari sekian banyak tokoh internal PDIP berdasarkan survei nama Ganjar paling moncer dan merupakan pemimpin (gubernur) kandang banteng. Apakah PDIP akan mengorbankan figur potensial tersebut?, pertanyaan ini tentu terbesit bukan saja dihati wong cilik pemilih tradisional PDIP namun hampir disemua pemilih Ganjar selaku yang ‘punya’ Jateng.

Fakta 2
Megawati selalu pemilik PDIP belum berkomentar atau mengambil tindakan, bisa saja ini cara Megawati mengecek ombak melihat respon elit PDIP, konstituen PDIP dan masyarakat luas sebagai bahan pertimbangan untung rugi dan perhitungan kalah menang partai maupun capres nanti

Fakta 3
Jika benar terjadi Ganjar harus terlempar dari bursa capres calon yang diusung PDIP, maka tidak begitu sulit bagi Ganjar mencari perahu lain untuk mengantarkannya sebagai calon yang bisa berlaga pada kontestasi pilpres 2024, karena pada hakekatnya saham terbesar untuk kemenangan adalah suara rakyat.

Fakta fakta tersebut harus dicermati agar keputusan PDIP tepat dan bukan blunder yang pernah terjadi pada kasus SBY. Saat itu SBY terkesan dibuang oleh Megawati namun SBY bisa mengemas itu dan pada akhirnya simpati publik semakin deras kepada SBY yang ujungnya SBY tampil sebagai pemenang pada pertarungan capres 2004.

Memang saat itu SBY bukan dari PDIP namun posisi Ganjar saat ini cukup moncer percis SBY kala itu, kuatnya simpati publik dapat merubah skema dan peta politik.

Tentu PDIP kini jauh lebih matang dalam mengambil langkah politik. Tinggal kita lihat kelihaian PDIP ditengah sengitnya startegi pertarungan mengingat pilpres 2024 ranah tak bertuan dan belum ada matahari tunggal yang sangat dominan.

Siapapun masih berpeluang menang tinggal bagaimana mengefektifkan cara dan strategi ditengah masyarakat yang penuh dinamika dan penuh dengan aneka kepentingan siapa cepat dia dapat, siapa tepat dia menang.***

Pos terkait