Iran Sebut 560 Tentara AS Tewas-Luka dalam Serangan Balasan

Jakarta, MI - Militer Iran terus melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di negara-negara Teluk sebagai aksi balasan atas serangan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Teheran mengklaim sedikitnya 560 tentara AS tewas atau terluka akibat serangan balasan tersebut.
Kolonel Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, mengumumkan pencapaian operasi yang dinamai “Operasi Janji Sejati 4”, yang ditujukan untuk membalas serangan AS-Israel dan pembunuhan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, seperti dilansir media lokal Press TV pada Selasa (3/3/2026).
Dalam operasi itu, pasukan Iran menargetkan kapal induk AS USS Abraham Lincoln dengan empat rudal jelajah. Zolfaghari mengklaim serangan rudal itu memaksa USS Abraham Lincoln "kabur" ke perairan tenggara Samudra Hindia.
Zolfaghari mengatakan bahwa serangan pembalasan Iran juga menargetkan pangkalan AS, Ali al-Salem, di Kuwait, yang membuatnya tidak dapat beroperasi dan menghancurkan struktur angkatan laut AS di negara tersebut.
Selain itu, empat drone tempur Iran menghantam pangkalan Angkatan Laut AS di pelabuhan Salman di Bahrain, hingga merusak parah bagian komando dan pendukungnya. Zolfaghari menambahkan, dua rudal balistik Iran diluncurkan ke pangkalan yang menampung pasukan AS di Bahrain.
Lebih lanjut, Zolfaghari melaporkan bahwa jet-jet tempur Angkatan Udara Iran mengebom pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk dan wilayah Kurdistan Irak.
"Setidaknya 560 tentara Amerika telah tewas dan terluka dalam serangan balasan Iran sejauh ini," ujar Zolfaghari.
Angka tersebut belum bisa diverifikasi secara independen. Sementara itu, AS baru mengonfirmasi sedikitnya empat tentara mereka meninggal akibat serangan Iran.
Dalam pernyataannya pada Senin (2/3.2026), Zolfaghari juga memperingatkan Israel bahwa sirene peringatan serangan rudal akan terus berbunyi di wilayah pendudukan, karena serangan balasan Iran masih berlangsung tanpa henti. Teheran bahkan mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga Israel di daerah-daerah yang diserang.
"Kami telah memperingatkan tentang perluasan serangan teradap pangkalan-pangkalan yang diduduki oleh musuh-musuh agresor, dan mengatakan bahwa sirene tidak akan pernah berhenti berbunyi di Israel," tegasnya.
Sejak Sabtu (28/2/2026), pasukan AS dan Israel menyerang ratusan target di berbagai wilayah Iran, termasuk menargetkan rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer negara tersebut. Serangkaian serangan ini menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk Khamenei.
Menurut laporan pihak berwenang Iran, hingga saat ini sedikitnya 555 orang tewas akibat gelombang serangan yang dilakukan AS dan Israel.
Topik:
