China Desak Iran dan AS Negosiasi: Dialog Lebih Baik dari Perang

Jakarta, MI - China mendorong agar ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) diselesaikan melalui jalur diplomasi. Seruan ini muncul di tengah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengajak kedua negara untuk segera memulai pembicaraan damai. Ajakan tersebut disampaikan saat percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Dalam pembicaraan itu, Wang Yi menekankan bahwa konflik harus diselesaikan melalui jalur diplomasi, bukan kekuatan militer.
“Berbicara selalu lebih baik daripada berperang. Semua isu panas harus diselesaikan melalui dialog dan negosiasi,” katanya, dikutip dari Xinhua.
China juga menilai setiap peluang untuk membuka jalur perundingan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah eskalasi militer yang lebih luas dan mendorong penyelesaian damai jangka panjang antara Iran dan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Araghchi meminta dukungan China dan Rusia di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia mendesak agar keduanya mengambil sikap tegas terhadap agresi oleh Israel dan AS.
Amerika Serikat sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan negosiasi dengan Iran. Pakistan di sisi lain baru-baru ini menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah pembicaraan dari Iran dan Amerika Serikat. Hal tersebut membuka lebar peluang bagi jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Meski demikian, Iran sebelumnya membantah keras adanya negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS. Pemerintah di Teheran menegaskan bahwa tidak akan ada negosiasi tanpa persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Di sisi lain, seruan diplomasi yang disampaikan China dapat menjadi momentum penting untuk meredakan konflik, terutama jika mendapat dukungan dari negara-negara besar lainnya. Namun, keberhasilan upaya tersebut tetap bergantung pada kesiapan semua pihak untuk menahan aksi militer dan membuka ruang dialog yang konstruktif.
Topik:
