BREAKINGNEWS

Kapal Tanker Kuwait Dihantam Serangan Iran di Laut Dubai, Bawa 2 Juta Barel Minyak

Kapal Tanker Kuwait Dihantam Serangan Iran di Laut Dubai, Bawa 2 Juta Barel Minyak
Kapal tanker minyak mentah milik Kuwait diserang Iran di Laut Dubai (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah sebuah kapal tanker minyak mentah milik Kuwait, Al Salmi, diserang saat sedang berlabuh di Pelabuhan Dubai pada Senin (30/3/2026). Serangan yang diduga berasal dari Iran itu memicu kebakaran besar di atas kapal dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi kebocoran minyak dalam jumlah besar.

Otoritas Dubai menyatakan, tim pemadam kebakaran maritim segera dikerahkan ke lokasi dan berhasil mengendalikan api yang dipicu oleh serangan pesawat tanpa awak atau drone. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh 24 awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Sementara itu, Kuwait Petroleum Corporation (KPC), seperti dilaporkan Reuters, menyebutkan kapal tanker Al Salmi tengah membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah yang berasal dari Kuwait dan Arab Saudi. Kapal tersebut sebelumnya dijadwalkan berlayar menuju Qingdao, China.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada lambung kapal. KPC bersama pihak otoritas terkait kini tengah berfokus memantau area sekitar perairan Dubai guna mengantisipasi dampak lingkungan akibat potensi tumpahan minyak dari muatan raksasa tersebut.

Insiden di jalur pelayaran strategis itu langsung memicu gejolak di pasar komoditas global. Harga minyak mentah Brent sempat melonjak lebih dari 2% hingga menyentuh angka US$ 115,17 per barel pada pembukaan perdagangan di Asia.

Sepanjang Maret 2026, harga minyak Brent bahkan tercatat melonjak hingga 59%. Kenaikan ini menjadi lonjakan bulanan tertinggi yang pernah terjadi, dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian keamanan sejak pecahnya konflik pada 28 Februari 2026.

Serangan terhadap kapal Al Salmi bukan satu-satunya insiden di kawasan tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kapal dagang juga dilaporkan menjadi sasaran serangan di wilayah Teluk dan Selat Hormuz.

Pada hari yang sama, kapal kontainer milik Yunani, Express Rome, melaporkan adanya dua proyektil yang jatuh di dekat kapal saat melintas di perairan lepas pantai Ras Tanura, Arab Saudi.

Hingga kini, belum ada pihak yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap tanker Al Salmi. Namun sebelumnya, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pernah mengaku berada di balik serangan serupa terhadap kapal Express Rome pada pertengahan Maret lalu. 

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru