BREAKINGNEWS

14 Anggota IRGC Tewas dalam Ledakan saat Menjinakkan Amunisi di Iran

14 Anggota IRGC Tewas dalam Ledakan saat Menjinakkan Amunisi di Iran
Ledakan Amunisi di Iran Menewaskan 14 Anggota IRGC (Foto: (Xinhua/Shadati)

Jakarta, MI - Sebanyak 14 anggota Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dilaporkan tewas dan dua lainnya luka-luka akibat ledakan amunisi yang belum meledak di Provinsi Zanjan, Iran barat laut, pada Jumat (1/5/2026).

Insiden terjadi ketika para personel IRGC tengah berupaya menjinakkan sisa amunisi dari serangan udara yang sebelumnya dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Mengutip laporan kantor berita resmi IRNA, yang merujuk pada pernyataan Korps Ansar al-Mahdi Zanjan, ledakan berasal dari amunisi yang tidak diketahui saat proses penjinakan berlangsung.

Seluruh korban disebut merupakan personel berpengalaman yang memiliki spesialisasi tinggi dalam penanganan bahan peledak.

Dalam keterangan tersebut juga disampaikan bahwa sebelumnya unit ini telah berhasil menemukan dan melumpuhkan lebih dari 15.000 amunisi berbahaya yang belum meledak.

Peristiwa ini berkaitan dengan sisa dampak perang selama 40 hari antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Serangan gabungan saat itu menyasar Teheran dan sejumlah kota lainnya, yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan serta warga sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang ditujukan ke target di Israel serta aset milik AS di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan tersebut kemudian mereda setelah tercapainya gencatan senjata pada 8 April 2026. Meski begitu, sisa-sisa amunisi berbahaya masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

14 Anggota IRGC Tewas Akibat Ledakan Amunisi | Monitor Indonesia