BREAKINGNEWS

Tanker Udara AS KC-135 Hilang di Langit Qatar

Tanker Udara AS KC-135 Hilang di Langit Qatar
Tanker Udara AS KC-135 Menghilang di Langit Qatar (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah sebuah pesawat pengisian bahan bakar udara militer Amerika Serikat (AS) Boeing KC-135 Stratotanker, dilaporkan mengirim sinyal darurat “7700” saat melintas di atas Teluk Persia sebelum jejaknya tiba-tiba menghilang dari radar di sekitar wilayah udara Qatar.

Mengutip laporan NDTV, pesawat tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UAE). Data pelacakan dari Flightradar24 menunjukkan pesawat sempat terbang memutar, lalu mulai menurunkan ketinggian untuk percobaan mendarat.

Pesawat tanker ini diketahui tengah mendukung operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, yang memang saat ini masih dalam situasi sensitif.

Sementara itu, media Fars News Agency yang kerap dikaitkan dengan Garda Revolusi Iran juga melaporkan hilangnya sinyal pesawat dengan mengutip data pelacakan yang sama.

Penyebab keadaan darurat masih belum dapat dipastikan. Hingga saat ini juga belum ada konfirmasi resmi yang mengaitkan insiden itu dengan aksi permusuhan. Baik pihak militer AS maupun Iran sama-sama belum mengeluarkan pernyataan terkait status pesawat Boeing KC-135.

Namun, pada Maret lalu, kelompok Islamic Resistance in Iraq mengklaim telah menembak jatuh pesawat KC-135 milik AS di wilayah barat Irak. Mereka menyebut aksi tersebut dilakukan “untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayah udara negara,” sebagaimana dilaporkan Reuters.

KC-135 Stratotanker sendiri merupakan pesawat tanker udara yang sudah digunakan Angkatan Udara AS selama lebih dari 60 tahun. Pesawat ini berfungsi untuk memperpanjang durasi terbang dan jangkauan operasi jet tempur, pembom, serta pesawat militer lainnya. Selain itu, pesawat ini juga mampu mengangkut kargo, penumpang, hingga menjalankan misi evakuasi medis. 

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Tanker Udara AS KC-135 Hilang di Langit Qatar | Monitor Indonesia