Jakarta, MI - Sebanyak 14 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal masih dinyatakan hilang setelah insiden kecelakaan laut di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, pada Selasa (12/5/2026). Tim otoritas maritim setempat masih terus melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan.
Sementara itu, sebanyak 23 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh petugas Maritim Malaysia. Mereka ditemukan dalam kondisi selamat setelah terapung di tengah laut usai kapal yang mereka tumpangi tenggelam.
Pengarah Maritim Negeri Perak dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), Kapten Maritim Mohamad Shukri Bin Khotob, mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan operasi pencarian sehingga semua korban yang masih hilang berhasil ditemukan.
"Maritim Malaysia akan terus komited dalam melaksanakan operasi mencari dan menyelamat bersama agensi berkaitan bagi memastikan semua mangsa yang dipercayai terlibat dapat dikesan. Orang ramai khususnya komuniti maritim diminta menyalurkan sebarang maklumat sekiranya menemui mangsa atau objek mencurigakan di laut," ujar Kapten Maritim Mohamad Shukri Bin Khotob dalam keterangan resmi pada Selasa (12/5/2026).
Lebih lanjut, ia mengimbau para nelayan atau siapa pun yang menemukan petunjuk bagi korban yang hilang agar bisa melapor untuk menghubungi pusat Operasi Maritim Negeri Perak.
"Diminta menghubungi Pusat Operasi Maritim Negeri Perak dinomor05-683 8737atau 999 untuk tindakan segera," ucapnya.
Sebelumnya, pada Senin (11/5/2026), sebuah kapal yang membawa 37 PMI diduga ilegal dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah seorang nelayan yang melintas melihat kondisi mencurigakan di laut dan segera melaporkannya kepada petugas Maritim Malaysia.
Dari hasil penyelidikan awal, kapal tersebut diduga berangkat dari Indonesia melalui jalur laut dengan tujuan Pulau Pinang, Terengganu, Selangor dan Kuala Lumpur Malaysia.
Dari total 37 orang yang berada di kapal, 23 orang berhasil ditemukan selamat, sementara 14 lainnya masih dalam proses pencarian oleh Otoritas Maritim Malaysia. Para korban selamat kemudian dievakuasi ke Kampung Aceh, Malaysia.

