Jakarta, MI - Iran mengklaim memberikan perlawanan terhadap serangan Amerika Serikat (AS) ke sejumlah situs di negaranya. Dalam serangan tersebut, Iran menyebut berhasil menembak jatuh drone tempur MQ-9 dan satu pesawat lainnya.
"Pesawat-pesawat itu memasuki kawasan udara Iran, dari arah Teluk Persia. Unit pertahanan udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengidentifikasi unit tersebut, dan menembak jatuhnya," ujar IRGC melalui kantor berita Sepah, dikutip Selasa (26/5/2026).
IRGC juga mengeklaim menembak sejumlah unit lainnya, termasuk drone RQ-4 serta jet tempur F-35.
Di sisi lain, militer AS mengonfirmasi telah melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Iran bagian selatan pada Senin (25/5/2026) waktu setempat. Sasaran serangan tersebut meliputi lokasi peluncur rudal dan kapal Korps Garda Revolusi (IRGC) yang diduga hendak memasang ranjau laut.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan aksi tersebut dilakukan sebagai langkah pertahanan diri di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.
"Pasukan AS melakukan serangan bela diri di Iran Selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," ungkap juru bicara CENTCOM, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, dilansir AFP.
Reuters melaporkan bahwa sasaran serangan tersebut mencakup kapal-kapal yang hendak menebar ranjau serta lokasi peluncuran rudal di wilayah selatan Iran. Namun, pihak militer AS tidak merinci secara detail lokasi maupun tingkat kerusakan akibat operasi itu.
"Komando Pusat AS terus mempertahankan pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung," kata Hawkins.
Sebelumnya, media Iran juga melaporkan adanya suara ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas serta di wilayah Sirik dan Jask di pesisir Teluk. Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim serangan terbaru dari militer AS tersebut.

