BREAKINGNEWS

Netanyahu Diduga Sabotase Perdamaian AS-Iran, Serangan ke Lebanon Disebut Sengaja Digencarkan

Netanyahu Diduga Sabotase Perdamaian AS-Iran, Serangan ke Lebanon Disebut Sengaja Digencarkan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan terus mencari cara untuk menggagalkan upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran

Tel Aviv, MI — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan terus mencari cara untuk menggagalkan upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di tengah dorongan Presiden AS Donald Trump yang ingin mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Sejumlah analis internasional menilai peningkatan serangan Israel ke Lebanon dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar operasi militer biasa, melainkan upaya untuk mengacaukan negosiasi damai antara Washington dan Teheran.

Laporan The Telegraph menyebut, Netanyahu memandang kesepakatan damai yang tetap mempertahankan eksistensi Iran sebagai ancaman langsung bagi masa depan Israel.

Situasi memanas setelah kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran menghentikan sementara pembicaraan dan pertukaran dokumen dengan Amerika Serikat melalui mediator.

Langkah itu diambil menyusul serangan Israel ke Lebanon yang dianggap melanggar syarat gencatan senjata.

“Dengan berlanjutnya kejahatan rezim Zionis di Lebanon, tim perunding Iran menangguhkan pembicaraan dan pertukaran teks melalui mediator,” tulis Tasnim.

Ketegangan tersebut langsung memicu spekulasi bahwa Netanyahu sengaja meningkatkan eskalasi demi menggagalkan peluang damai yang tengah dibangun Trump.

Namun, laporan yang sama menyebut Trump kemudian menelepon Netanyahu pada Senin (1/6/2026) dan meminta penghentian serangan terbaru Israel.

Di tengah situasi itu, Netanyahu disebut menghadapi tekanan politik besar menjelang pemilu Israel pada Oktober mendatang.

Meski Israel mengklaim berhasil melemahkan Iran dan kelompok-kelompok pro-Teheran seperti Hamas dan Hizbullah, banyak pihak di Israel justru cemas jika perang berakhir tanpa menjatuhkan rezim Iran.

Analis menilai kegagalan menciptakan “realitas baru” di kawasan dapat menjadi pukulan politik serius bagi Netanyahu.

Pendiri dan editor The Times of Israel, David Horovitz, bahkan menyebut gencatan senjata AS-Iran berpotensi dikenang sebagai “kegagalan besar yang menentukan sebuah era” bagi Israel.

“Kepemimpinan dan warga Israel memandang Republik Islam Iran sebagai ancaman eksistensial,” tulis Horovitz.

Menurutnya, rezim Iran dianggap harus disingkirkan demi kepentingan kawasan dan kelangsungan hidup Israel.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Netanyahu Diduga Sabotase Perdamaian AS-Iran, Serangan ke Le | Monitor Indonesia