BREAKINGNEWS

Xi Jinping dan Kim Jong Un Perkuat Aliansi, Sepakat Buka Kerja Sama Strategis

Xi Jinping dan Kim Jong Un Perkuat Aliansi, Sepakat Buka Kerja Sama Strategis
Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

Pyongyang, MI– Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral dan menjaga persahabatan kedua negara lintas generasi. 

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan puncak di Pyongyang yang menandai berakhirnya kunjungan kenegaraan Xi selama dua hari ke Korea Utara.

Kedua pemimpin sepakat meningkatkan komunikasi strategis serta memperluas kerja sama di berbagai bidang dalam rangka memperingati 65 tahun Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China-Korea Utara. 

Kesepakatan tersebut disebut sebagai langkah untuk membuka babak baru hubungan Beijing dan Pyongyang di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks.

Dalam agenda kunjungan, Xi dan Kim bersama-sama memberikan penghormatan di Menara Persahabatan China-Korea Utara, monumen yang dibangun untuk mengenang tentara China yang gugur dalam Perang Korea. 

Keduanya juga menanam pohon cemara sebagai simbol persahabatan dan kerja sama jangka panjang antara kedua negara.

Hubungan China dan Korea Utara selama puluhan tahun dikenal sangat erat. Kedua negara pernah bertempur bersama dalam Perang Korea dan terikat perjanjian pertahanan yang ditandatangani pada 1961. 

Perjanjian tersebut mengatur pemberian bantuan, termasuk dukungan militer, apabila salah satu pihak menghadapi serangan bersenjata.

Meski isu nuklir Korea Utara tidak disebut secara terbuka dalam pernyataan resmi kedua negara, kunjungan Xi tetap memunculkan perhatian internasional. 

Beijing dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengurangi kritik terbuka terhadap program nuklir Pyongyang, sementara hubungan kedua negara menunjukkan tren menghangat setelah sempat merenggang akibat kedekatan Korea Utara dengan Rusia.

Pengamat politik dari Gyeongsang National University, Park Jong Chol, menilai pertemuan tersebut kemungkinan juga membahas isu nuklir secara tertutup. Ia memperkirakan terdapat upaya mencari titik temu antara kepentingan keamanan Korea Utara dan stabilitas kawasan yang diinginkan China.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada rencana peningkatan pertukaran di bidang militer yang disebut secara terbuka oleh Beijing. Sejumlah analis menilai langkah tersebut merupakan sinyal kuat bahwa hubungan strategis China-Korea Utara memasuki fase baru yang lebih erat.

Kunjungan Xi Jinping ke Pyongyang sekaligus menjadi penanda semakin kuatnya koordinasi politik antara Beijing dan Pyongyang di tengah persaingan geopolitik global, ketegangan di Semenanjung Korea, serta meningkatnya rivalitas antara China dan Amerika Serikat di kawasan Asia Timur.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Xi Jinping dan Kim Jong Un Perkuat Aliansi, Sepakat Buka Ker | Monitor Indonesia