Missouri, MI– Kecelakaan udara tragis mengguncang Amerika Serikat setelah sebuah pesawat yang mengangkut rombongan penerjun payung jatuh di negara bagian Missouri, Minggu (14/6/2026) waktu setempat. Seluruh 12 orang yang berada di dalam pesawat dilaporkan tewas.
Insiden maut itu terjadi di dekat Bandara Memorial Butler, sekitar 95 kilometer di selatan Kansas City. Pesawat nahas tersebut membawa 11 penerjun payung dan seorang pilot dalam penerbangan yang semula dijadwalkan untuk aktivitas terjun payung.
Berdasarkan informasi awal, pesawat pribadi itu sempat berbalik arah tidak lama setelah lepas landas sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Namun sebelum berhasil kembali ke bandara, pesawat kehilangan kendali dan jatuh di dekat area jalan raya.
Dampak kecelakaan membuat aparat menutup sementara ruas jalan di sekitar lokasi untuk memudahkan proses evakuasi dan penyelidikan.
Otoritas setempat memastikan tidak ada korban selamat dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih menjadi misteri. Belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan gangguan teknis, cuaca, atau faktor lainnya yang menyebabkan pesawat jatuh sesaat setelah lepas landas.
Tim penyelidik dari berbagai lembaga federal langsung diterjunkan ke lokasi. Otoritas penerbangan Amerika kini fokus mengumpulkan bukti untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang merenggut belasan nyawa tersebut.
Petugas dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA), Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), tim darurat, serta Patroli Jalan Raya Missouri telah melakukan pemeriksaan di lokasi jatuhnya pesawat.
Penyelidikan diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, termasuk pemeriksaan kondisi pesawat, riwayat penerbangan, serta komunikasi terakhir antara pilot dan menara pengawas.**

