BREAKINGNEWS

Blokade Dicabut, Ekspor Minyak Iran Tembus 40 Juta Barel dalam Hitungan Pekan

Blokade Dicabut, Ekspor Minyak Iran Tembus 40 Juta Barel dalam Hitungan Pekan
Blokade Dicabut, Ekspor Minyak Iran Tembus 40 Juta Barel dalam Hitungan Pekan

Teheran, MI– Iran mengklaim berhasil mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak mentah sejak Amerika Serikat (AS) mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.

Pemerintah Iran menyebut pemulihan ekspor itu turut mendongkrak harga jual minyaknya hingga sekitar 20 persen dibandingkan saat konflik masih berlangsung.

Ketua Parlemen Iran sekaligus Kepala Negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan pencabutan blokade menjadi titik balik bagi sektor energi Iran yang sempat lumpuh akibat perang selama hampir dua bulan.

"Sejak hari blokade angkatan laut dicabut, kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak," kata Mohammad Bagher Ghalibaf, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, selama blokade diberlakukan Iran praktis tidak dapat mengekspor minyak. Namun setelah tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat, aktivitas ekspor kembali berjalan dan memberikan nilai jual yang lebih baik bagi minyak mentah Iran.

Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan AS pada 17 Juni 2026 untuk mengakhiri perang yang berlangsung hampir empat bulan. Perjanjian itu juga membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz serta memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan perjanjian damai permanen.

Sementara itu, perusahaan pemantau kapal tanker TankerTrackers.com memperkirakan volume ekspor minyak Iran bahkan telah mendekati 50 juta barel sejak blokade dicabut. Angka tersebut dihitung melalui pemantauan citra satelit, foto lapangan, dan sistem identifikasi otomatis kapal secara real time.

Meski ekspor melonjak tajam, harga minyak Iran belum sepenuhnya pulih ke level sebelum konflik. Pada perdagangan Rabu (1/7/2026), minyak mentah Iran diperdagangkan di kisaran US$73 per barel, turun hampir 40 persen dibandingkan puncaknya yang mencapai US$118 per barel pada April lalu ketika perang memanas.

Sebelum konflik, minyak Iran umumnya dijual dengan diskon sekitar US$10 hingga US$15 per barel di bawah harga minyak mentah Brent sebagai kompensasi atas risiko sanksi yang dihadapi para pembeli.

Dalam kesepakatan terbaru, Iran juga mengizinkan kapal-kapal asing melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya selama 60 hari. Meski demikian, Teheran menegaskan kebijakan tersebut tidak mengurangi kedaulatan Iran atas jalur pelayaran strategis tersebut.

"Kedaulatan Selat Hormuz berada di tangan Iran dan Oman, dan lalu lintas di selat tersebut tunduk pada pengaturan yang ditentukan oleh Iran," ujar Ghalibaf.

Ia menegaskan negaranya tidak akan melepaskan hak atas Selat Hormuz dalam kondisi apa pun.

"Iran tidak akan melepaskan haknya di Selat Hormuz dalam keadaan apa pun, dan ini adalah perairan teritorial kami," tegasnya.

Di sisi lain, Ghalibaf juga membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut aset Iran yang dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian asal Amerika Serikat.

Menurutnya, sekitar US$12 miliar dari total US$24 miliar aset Iran yang sebelumnya dibekukan akan disalurkan ke bank sentral untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasional.

"Dana itu akan digunakan untuk membeli apa pun yang dibutuhkan negara, dengan harga dan mata uang apa pun di dunia," pungkas Ghalibaf.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Blokade Dicabut, Ekspor Minyak Iran Tembus 40 Juta Barel dal | Monitor Indonesia