Washington, MI– Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan militer baru ke sejumlah target di wilayah selatan Iran sebagai respons atas dugaan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Serangan tersebut dilaporkan memicu ledakan di sejumlah kota pesisir Iran, termasuk Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar. Media pemerintah Iran juga melaporkan aktivitas pesawat tempur di atas Pulau Kish, sementara beberapa wilayah sempat mengalami gangguan aliran listrik.
Trump menegaskan operasi militer itu merupakan aksi balasan terhadap serangan yang disebut dilakukan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
"Ini sebagai pembalasan atas pemboman kapal kemarin oleh Iran. Jika itu terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!" kata Trump melalui akun Truth Social.
Meski mengesahkan operasi militer tersebut, Trump menyatakan masih berharap eskalasi tidak berlangsung lama dan membuka peluang bagi dimulainya kembali jalur diplomasi.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam kebebasan pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
"Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial," demikian pernyataan CENTCOM.
Ketegangan meningkat setelah Trump sebelumnya mengumumkan berakhirnya gencatan senjata dengan Iran. Pernyataan tersebut memicu seruan deeskalasi dari berbagai pihak, termasuk mediator internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Situasi di Selat Hormuz terus menjadi titik krusial dalam konflik yang semakin meluas. Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal yang dianggap melanggar aturan pelayaran.
Dalam beberapa hari terakhir, militer Iran dilaporkan menyerang sedikitnya tiga kapal di kawasan Teluk. Insiden itu menjadi pemicu operasi balasan Amerika Serikat yang kini berlanjut dengan gelombang serangan terbaru ke wilayah Iran.
"Kita akan menyerang mereka dengan keras malam ini. Mereka melanggar perjanjian setiap hari," ujar Trump.
Meski demikian, Trump kembali menyampaikan optimismenya bahwa konflik tersebut tidak akan berlangsung lama.
Eskalasi terbaru ini langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak sekitar 8 persen setelah pernyataan Trump mengenai berakhirnya gencatan senjata dan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran, memicu kekhawatiran atas terganggunya pasokan energi melalui Selat Hormuz.**
