Washington, MI – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman paling keras dengan menyatakan militernya telah menyiapkan 1.000 rudal untuk menghancurkan Iran apabila Teheran berani menjalankan rencana pembunuhan terhadap dirinya.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Washington dan Teheran.
"Seribu rudal telah siap dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul jika Pemerintah Iran bertindak sesuai ancamannya untuk membunuh, atau mencoba membunuh, Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat," tulis Trump.
Tak berhenti di situ, Trump menegaskan militer Amerika telah menerima instruksi penuh untuk melakukan serangan besar-besaran apabila ancaman tersebut benar-benar diwujudkan.
"Perintah telah diberikan, dan Militer AS siap, bersedia, dan mampu menghancurkan serta memusnahkan seluruh wilayah Iran," tegasnya.
Ultimatum Trump muncul setelah pemerintah Amerika menerima informasi intelijen dari Israel mengenai dugaan adanya rencana baru Iran untuk melakukan pembunuhan terhadap Presiden AS.
Laporan tersebut mencuat di tengah meningkatnya aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir, yang kembali memperburuk hubungan kedua negara.
Situasi itu juga memperbesar kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah apabila ancaman dan aksi militer terus meningkat.
Pernyataan Trump menjadi sinyal bahwa hubungan Washington dan Teheran memasuki fase yang semakin berbahaya. Di tengah berbagai upaya diplomasi yang sempat dilakukan, retorika keras dari kedua belah pihak justru kembali mendominasi.
Jika ancaman tersebut berkembang menjadi aksi militer terbuka, konflik Amerika Serikat dan Iran dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memicu gejolak keamanan dan ekonomi global.**
