Jakarta, MI – Ketegangan pascaperang Timur Tengah kembali meningkat setelah sebuah surat kabar konservatif Iran mempublikasikan daftar tokoh dunia yang disebut sebagai target pembalasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron tercantum dalam daftar tersebut.
Publikasi itu muncul beberapa hari setelah putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Iran tidak akan melupakan kematian ayahnya yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, hari pertama pecahnya perang di Timur Tengah.
Dalam pesan pertamanya setelah prosesi pemakaman sang ayah, Mojtaba menegaskan bahwa pembalasan merupakan kehendak rakyat Iran.
"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," tegas Mojtaba Khamenei.
Ia juga melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Ali Khamenei.
"Para penjahat ini, yang namanya tercantum dalam daftar, akan membawa ke liang kubur mereka keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur mereka," ujarnya.
Surat kabar Hamshahri, media yang diterbitkan pemerintah kota Teheran dan dikenal berhaluan konservatif, merilis infografis berisi foto 13 pemimpin asing yang dikaitkan dengan ancaman pembalasan tersebut.
Selain Donald Trump, daftar itu juga memuat nama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta sejumlah pemimpin Barat lainnya.
Meski demikian, Mojtaba Khamenei dalam pernyataannya tidak pernah menyebutkan nama satu per satu. Hingga kini juga belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran bahwa daftar yang dipublikasikan Hamshahri merupakan dokumen resmi negara.
Kemunculan daftar tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Barat masih jauh dari mereda. Retorika pembalasan yang terus digaungkan elite Iran berpotensi memperbesar kekhawatiran dunia terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang hingga kini masih bergejolak.
Meski belum diketahui bentuk maupun waktu pelaksanaan ancaman tersebut, publikasi daftar target itu menambah tekanan diplomatik di tengah situasi keamanan regional yang masih sangat rapuh.**
