BREAKINGNEWS

Iran Ancam AS dengan "Pelajaran Tak Terlupakan", Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Iran Ancam AS dengan "Pelajaran Tak Terlupakan", Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Teheran, MI– Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan peringatan keras kepada Washington.

Teheran menegaskan siap memberikan "pelajaran yang tak terlupakan" apabila Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan dan aksi militernya terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui pesan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah Iran, Sabtu (18/7/2026), di tengah eskalasi konflik yang juga melibatkan Israel. Dalam pesannya, Khamenei menuduh Amerika Serikat berulang kali mengingkari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya disepakati kedua negara.

"Pelanggaran berulang terhadap perjanjian oleh Amerika sekali lagi membuktikan tanda tangan presiden Amerika sama sekali tidak berharga dan tidak sah," tegas Khamenei.

Iran menilai tindakan Washington menunjukkan tidak adanya komitmen terhadap upaya perdamaian. Karena itu, Teheran mengaku siap memberikan respons jika tekanan militer maupun politik terus ditingkatkan.

"Jika Amerika berusaha memicu perang dan menambah penghinaan, bangsa Iran dan Front Perlawanan memiliki pelajaran yang tak terlupakan bagi mereka," lanjutnya.

Khamenei juga menuding Amerika Serikat kembali menunjukkan kebijakan yang sarat intimidasi dan ambisi hegemonik di kawasan Timur Tengah.

Situasi memanas setelah Amerika Serikat dilaporkan memperluas serangan terhadap sejumlah infrastruktur strategis Iran, termasuk jembatan, jalur kereta api, hingga fasilitas desalinasi air. Sebagai balasan, Iran disebut melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur di Kuwait yang berdampak pada terganggunya pasokan listrik dan air di negara tersebut.

Eskalasi konflik ini semakin meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya perang di Timur Tengah. Ancaman lain juga datang dari kelompok Houthi di Yaman yang dikabarkan berpotensi menutup Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Jika jalur tersebut benar-benar ditutup, distribusi energi dunia diperkirakan akan terganggu dan berpotensi memicu lonjakan harga minyak serta inflasi global.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat mencapai nota kesepahaman yang dimediasi Qatar dan Pakistan sebagai langkah awal menuju penghentian konflik. Namun kesepakatan itu runtuh setelah kedua pihak saling menuding telah melakukan pelanggaran, sehingga MoU tersebut dinyatakan tidak lagi berlaku.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda ketegangan antara Teheran dan Washington akan mereda. Berbagai negara di Timur Tengah terus mendorong jalur diplomasi agar konflik tidak berkembang menjadi perang berskala lebih luas.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Iran Ancam AS dengan "Pelajaran Tak Terlupakan", Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas | Monitor Indonesia