Jakarta, MI – Sebuah jet tempur siluman F-35B milik Korps Marinir Amerika Serikat (AS) jatuh di dekat Pangkalan Udara Korps Marinir Miramar, San Diego, California, pada Jumat (31/7/2026) waktu setempat. Pilot berhasil menyelamatkan diri dengan melontarkan diri (eject) sesaat sebelum pesawat menghantam daratan.
Insiden terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat di kawasan kompleks pangkalan militer tersebut. Otoritas militer AS langsung mengonfirmasi kecelakaan dan memastikan pilot berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup.
"Terjadi kecelakaan penerbangan yang melibatkan jet tempur F-35B milik Korps Marinir di sekitar kompleks pangkalan. Pilot berhasil melontarkan diri dan telah ditemukan," kata juru bicara Pangkalan Udara Korps Marinir Miramar.
Pihak pangkalan menyatakan pilot segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan medis. Kondisinya dilaporkan stabil dengan luka yang tidak mengancam jiwa.
Hingga kini, penyebab jatuhnya pesawat tempur generasi kelima tersebut masih dalam penyelidikan. Militer AS belum memberikan keterangan mengenai kemungkinan adanya gangguan teknis, kesalahan operasional, maupun faktor lainnya yang memicu kecelakaan.
Insiden ini kembali menjadi sorotan karena melibatkan F-35, pesawat tempur siluman tercanggih yang menjadi tulang punggung kekuatan udara Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutunya. Program F-35 selama ini dikenal sebagai salah satu proyek pertahanan paling mahal di dunia, namun juga beberapa kali mendapat perhatian akibat insiden kecelakaan maupun persoalan teknis.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap armada F-35, setelah sebelumnya pesawat tempur siluman itu juga beberapa kali menjadi sorotan dalam berbagai operasi militer dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Otoritas militer Amerika Serikat memastikan investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus memastikan keselamatan operasional armada F-35 ke depan.**
