New Delhi, MI — Ribuan pelajar dan pencari kerja di Negara Bagian Jharkhand, India, kembali turun ke jalan menuntut reformasi sistem ujian rekrutmen yang mereka nilai bermasalah. Aksi yang berlangsung Senin (10/8/2026) itu bahkan berujung bentrokan dengan aparat setelah massa berupaya mendatangi gedung parlemen negara bagian.
Aparat kepolisian mengerahkan meriam air untuk menghentikan laju demonstran yang bergerak menuju kompleks parlemen. Massa sebelumnya berjalan sambil membawa tuntutan agar proses rekrutmen tenaga kerja dan lembaga pelaksana ujian dibenahi secara menyeluruh.
Protes tersebut bukan aksi spontan. Para pelajar dan pencari kerja di Jharkhand telah menggelar demonstrasi selama berminggu-minggu. Sejumlah peserta bahkan melakukan mogok makan sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah.
Masalah utama yang mereka soroti adalah dugaan ketidakberesan dalam pelaksanaan ujian rekrutmen. Mereka menuntut proses seleksi yang transparan, adil, serta bebas dari dugaan kebocoran soal dan praktik yang merugikan peserta.
Tuntut Investigasi Federal
Pemerintah Negara Bagian Jharkhand sebenarnya telah beberapa kali menggelar perundingan dengan perwakilan mahasiswa. Pemerintah bahkan menyatakan telah memenuhi sekitar 98 persen tuntutan demonstran.
Namun, klaim tersebut belum mampu meredam aksi.
Para demonstran tetap mendesak agar dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan ujian diperiksa lembaga federal, bukan hanya melalui mekanisme pemerintah negara bagian.
Mereka juga menuntut reformasi terhadap lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas proses rekrutmen sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Eskalasi di Jharkhand berlangsung setelah gelombang demonstrasi nasional yang terjadi selama beberapa pekan pada Juli lalu. Aksi tersebut dipicu persoalan yang lebih luas terkait dugaan kebocoran soal ujian dan ketidakberesan dalam sistem pendidikan India.
Gelombang protes juga menyeret Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan. Para demonstran sebelumnya mendesak agar Pradhan dicopot dari jabatannya karena persoalan yang berkaitan dengan dugaan kebocoran soal ujian nasional.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ujian dan rekrutmen telah berkembang menjadi isu politik dan sosial yang lebih besar. Bagi para pelajar dan pencari kerja, kegagalan dalam memastikan proses seleksi yang transparan bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyangkut masa depan mereka di tengah ketatnya persaingan memperoleh pekerjaan.
Di tengah tekanan tersebut, kelompok demonstran di berbagai wilayah India terus menuntut pemerintah memberikan jaminan bahwa sistem ujian dan rekrutmen akan diperbaiki secara mendasar.
Aksi di Jharkhand menjadi tanda bahwa persoalan tersebut belum selesai. Pemerintah memang menyebut sebagian besar tuntutan telah dipenuhi, tetapi para demonstran masih menilai reformasi menyeluruh dan penyelidikan independen diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan terhadap sistem ujian rekrutmen.**
