BREAKINGNEWS

Klaim Trump Kuasai Selat Hormuz Dipukul Balik, Pengamat Nilai AS Terdesak dalam Perang Iran

Klaim Trump Kuasai Selat Hormuz Dipukul Balik, Pengamat Nilai AS Terdesak dalam Perang Iran
Tentara Amerika di Selat Hormuz

Jakarta, MI — Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Washington menguasai Selat Hormuz justru dinilai menunjukkan posisi AS yang semakin tertekan dalam konflik dengan Iran.

Pakar Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah, menilai pernyataan Trump tidak semata-mata berkaitan dengan kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut. Klaim itu disebut sebagai upaya membangun kembali citra kekuatan AS di tengah perang yang belum menunjukkan kemenangan menentukan bagi Washington.

“Klaim Amerika Serikat sebagai pengendali Selat Hormuz dibuat saat posisi AS sudah berada pada posisi babak belur di dalam dan luar negeri. Hal ini sangat menyakitkan bagi Presiden Trump dan Partai Republik, dan industri pertahanan AS,” kata Rezasyah, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rezasyah, pernyataan Trump juga berkaitan dengan kepentingan politik domestik AS menjelang Pemilu November. Trump disebut membutuhkan narasi kemenangan untuk menjaga posisi Partai Republik sekaligus memperkuat dukungan politiknya.

“Klaim ini juga dibuat untuk meyakinkan seluruh sekutunya di dunia, jika AS masih mampu memimpin secara politik, moral, diplomatik, dan militer. Walaupun dalam kenyataannya, perang melawan Iran yang berkelanjutan ini menunjukkan perencanaan perang yang gagal total,” ujarnya.

Iran Tak Gentar

Pernyataan Trump mengenai Selat Hormuz berpotensi memperburuk ketegangan. Iran disebut memandang klaim tersebut sebagai ancaman langsung terhadap kepentingan nasional dan kawasan.

Rezasyah memperkirakan perang masih berpotensi berlanjut. Iran dinilai semakin percaya diri dan dapat mengerahkan perangkat militernya yang lebih mutakhir.

“Diperkirakan, perang akan berlanjut kembali. Di mana Iran sudah sangat percaya diri dan akan menggunakan perangkat perangnya yang paling mutakhir,” katanya.

Ia juga memprediksi Iran akan meminta sikap lebih tegas dari negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) terkait posisi politik dan militer mereka dalam konflik tersebut.

Menurutnya, perkembangan perang dapat mendorong negara-negara kawasan mengevaluasi kembali hubungan strategis mereka dengan AS dan Israel.

Trump Ancam Klaim Selat Hormuz

Trump sebelumnya menyatakan akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah perang dengan Iran berakhir.

“Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump pada Jumat (14/8).

Trump juga menegaskan blokade AS di Selat Hormuz akan terus diberlakukan. Ia menyatakan tidak ada kapal yang dapat melintasi selat tersebut tanpa izin AS.

Namun, klaim itu langsung dibantah Iran.

Juru bicara komando terpadu militer Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap berada dalam pengawasan Iran.

“Tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran,” tegas Zolfaqari.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Klaim Trump Kuasai Selat Hormuz Dipukul Balik, Pengamat Nilai AS Terdesak dalam Perang Iran | Monitor Indonesia