Jakarta, MI - Iran menyiapkan sejumlah opsi jika Amerika Serikat (AS) kembali menyerang. Salah satu langkah ekstrem yang dipertimbangkan adalah menyerang kabel serat optik bawah laut yang melintas di Selat Hormuz.
Opsi ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz dan belum jelasnya kelanjutan perundingan Washington-Teheran. Iran disebut mulai menyiapkan berbagai skenario jika konflik kembali memanas.
Tak hanya kabel bawah laut, Iran juga mempertimbangkan serangan terhadap pangkalan dan aset militer AS di Eropa.
Dua pejabat yang dekat dengan pemerintah Iran mengatakan kepada The Financial Times (FT), Teheran tengah mengkaji kemungkinan memperluas konflik ke luar Timur Tengah.
"Jika AS bertindak keterlaluan, Iran akan mempertahankan diri dengan segala cara, melampaui kawasan ini (Timur Tengah), dan juga menyerang Eropa," ujar salah satu sumber.
Militer Iran disebut mempelajari kemungkinan menyerang aset AS di Eropa bagian tenggara, termasuk Bulgaria. Pada Juli lalu, Bulgaria mengizinkan AS menggunakan Pangkalan Udara Bezmer untuk pesawat tanker militer.
Iran sebelumnya juga pernah menyerang fasilitas militer di negara Eropa yang digunakan AS. Pada Maret lalu, drone Iran menghantam Siprus, lokasi pangkalan udara Inggris. Pangkalan tersebut kini masuk daftar target potensial jika AS kembali melancarkan serangan.
Kabel serat optik di Selat Hormuz menjadi perhatian karena merupakan bagian penting dari jaringan komunikasi internasional kawasan.
Jika opsi itu dijalankan, konflik Iran-AS tak lagi hanya mengancam pangkalan militer. Infrastruktur komunikasi strategis juga bisa ikut menjadi sasaran.
