Ditanya Soal Azis Syamsuddin, Petinggi Golkar Bungkam

  • Whatsapp
azis syamsuddin golkar bungkam
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. [ist]

Monitorindonesia.com – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto enggan menanggapi kasus yang menimpa Wakil Ketua Umum Golkar Azis Syamsuddin.

“Nanti ada waktunya. Ada waktunya ya,” ujar Airlangga usai pertemuan dengan PKS di kantor DPP Golkar, Kamis (29/4/2021) malam ketika ditanya wartawan terkait sikap Golkar terhadap proses hukum Azis Syamsuddin di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bacaan Lainnya

“Terima kasih, ada waktunya nanti,” kata Airlangga sambil berlalu denagn mobil mewahnya.

Tak hanya sang Ketua Umum, petiggi partai Golkar lain yang sempat menghadiri pertemuan dengan PKS pun bungkam. Sekjen Lodewijk Paulus, Waketum Golkar Adies Kadier, Waketum Nurul Arifin menolak bicara saat ditanya mengenai kasus Azis Syamsuddin.

Pada Rabu kemarin, ruang kerja Azis Syamsuddin di gedung Nusantara III DPR digeledah KPK. Tak hanya itu, rumah dinas, rumah pribadi hingga apartemennya tak luput dari penggeledahan penyidik KPK.

Penyidik mengamankan berbagai dokumen dari penggeledahan empat lokasi berbeda di Jakarta kemarin. Wakil Ketua DPR itu diduga terlibat kasus suap yang melibatkan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Azis diduga yang memperkenalkan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju kepada Syahrial agar kasusnya tidak dilanjutkan di KPK. Hingga saat ini KPK belum menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka.
Dalam kasus dugaan suap di Tanjungbalai, Azis disebut sebagai pihak yang memfasilitasi pertemuan antara Stepanus dan sang walikota di rumahnya pada Oktober 2020.

KPK sudah menetapkan penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju, pengacara bernama Maskur Husain dan Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Stepanus Robin Pattuju bersama Maskur Husain diduga telah menerima suap dari M Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari kesepakatan Rp 1,5 miliar. Suap itu diberikan agar Stepanus membantu menghentikan penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai yang sedang diusut KPK.

Selain suap dari Syahrial, Markus Husain juga diduga menerima uang sebesar Rp 200 juta dari pihak lain. Sedangkan Stepanus Robin dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia, sebesar Rp 438 juta.[man]

 

Pos terkait