Hakim Tolak Sita Korporasi, Kejagung Ajukan Kasasi

  • Whatsapp
Hakim Tolak Sita Korporasi, Kejagung Ajukan Kasasi

Monitorindonesia.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) optimis menang atas kasasi kasus tindak pidana korupsi PT Jiwasraya. Kasasi tersebut diajukan tidak hanya karena putusan hukuman yang lebih rendah, tetapi juga terkait aset.

“Mudah-mudahan (menang) yang sangat penting itu penyitaan perusahaan karena berbeda pendapat dengan hakim,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Ali Mukartono kepada Monitorindonesia.com Sabtu (03/04/2021).

Ali menjelaskan, kemenangan atas kasasi aset menjadi harapan paling besar karena mempengaruhi pengembalian kerugian negara. Yakni apabila tidak diputuskan penyitaan korporasi, maka nilai pengembalian keruagian negaranya dapat berkurang.

Sebagaimana diketahui, total nilai aset yang disita saat penyidikan telah melebihi nilai kerugian negara Rp 16.8 triliun. Sedangkan nilai aset sitaan mencapai Rp 18.4 triliun. “Bisa (berkurang),” ucap Ali singkat.

Sebelumnya, Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo ditetapkan untuk menjalani hukuman penjara selama 20 tahun. Vonis tersebut dijatuhkan setelah Hary mengajukan banding di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta atas vonis seumur hidup yang diterimanya pada Oktober 2020 lalu.

Majelis tinggi menilai hukuman penjara seumur hidup yang dijatuhkan PN Jakpus kurang memenuhi tatanan teori pemidanaan yang dianut dalam sistem hukum di Indonesia.

Dalam perkara itu, Hary terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pernah bersama tersangka Syahmirwan bertemu dengan tersangka Benny Tjokro.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya mengajukan kasasi atas sunat hukuman terdakwa Hary. Selain itu, banding juga dilakukan atas putusan penyitaan aset berupa korporasi yang menurut mereka tidak sesuai. (Fanal Sagala)

Pos terkait