Hanya Karena HP Dilempar, Pria di Tangerang Aniaya Balita

  • Whatsapp
Hanya Karena HP Dilempar, Pria di Tangerang Aniaya Balita
Ilustrasi penjara.

Monitorindonesia.com – Satuan Reskrim Polresta Tangerang menangkap ASD (26). Dia disangka sebagai pelaku penganiayaan terhadap bocah laki-laki ZM (3) yang aksinya direkam dan viral di media sosial.

Aksi itu diketahui terjadi di rumah tersangka di Kampung Karang Kobong, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang pada Minggu (28/2/2021) pukul 13.00 WIB.

“Betul (pelaku diamankan) hari ini release jam 10 sama Kabid Humas,” ucap Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, Selasa (16/3/2021).

ASD merupakan pacar tante korban, AW. Penganiayaan itu terjadi saat AW mengajak korban ke rumahnya di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Pada saat main di kamar bersama tersangka, ZM melempar HP milik korban. Tersangka emosi dan marah sehingga langsung memukul perut korban beberapa kali. Pemukulan itu dilakukan saat korban duduk, berdiri, serta tertidur.

Merasa belum puas tersangka kembali menghantamkan tumitnya ke perut dan dekat kemaluan korban. Korban langsung buang air besar.

Kejadian itu didokumentasikan tersangka menggunakan ponsel miliknya. Video itu diketahui AW yang langsung mengadu kepada kakaknya selaku orang tua korban.

Keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Tangerang. Atas laporan itu, Unit Opsnal PPA Polresta Tanggerang menangkap pelaku di rumahnya. Dan hasil interogasi, pelaku mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban sesuai dengan video.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edi Suamardi mengatakan tersangka ditangkap pada Senin (16/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Tangerang. Dia dijerat dengan Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kita amankan dan pelaku sedang dalam pemeriksaan dan akan kita tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Edi Suamardi.[man]

Pos terkait