Buat Malu, Rektor UI Sebaiknya Mundur

  • Whatsapp
permenperin-no-3-2021-ditinjau-ulang
Arteria Dahlan [Foto-gesuri]

Monitorindonesia.com – Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menilai Rektor Universitas Indonesia (UI) bermasalah. Sehingga, disarankan Rektor UI sebaiknya mundur.

“Kan Peraturan Pemerintah No.75 tahun 2021 itu kan diterbitkan setelah yang bersangkutan menduduki jabatan rangkap selaku Komisaris BRI, terlepas dari perdebatan values, materi muatan norma dan politik hukum pemerintah,” ujar Arteria, Rabu (21/7/2021).

Bacaan Lainnya

UI memiliki motto yang menjadi values para mahasiswa yakni Veritas (Kebenaran), Probitas (Jujur), Iustitia (Adil). Namun bila dilihat dari ulah rektornya, kata Arteria, sangat memalukan.

“Masa iya sih dia itu Presiden Republik UI posisi politik yang sangat tinggi, kok masih mau ambil jabatan komisaris BUMN yang notabene anak buah seorang menteri. Saya sih merasa terlecehkan dan yang bersangkutan harusnya mundur saja jadi rektor kalau punya keinginan lain,” katanya.

Menurutnya, mengurus UI saja bila benar-benar diurus waktunya sangat kurang. Apalagi kalau harus berbagi perhatian walau jadi komisaris sekalipun.

Sebagai alumni FHUI, Arteria mengatakan rangkap jabatan tersebut melawan hukum karena yang bersangkutan saat merangkap jabatan masih memakai statuta lama yakni PP 68/2013. Oleh karema itu, demi hukum harusnya yang bersangkutan bisa diberhentikan oleh Mendikbud Ristek.

Lalu segala penerimaan yang dilakukan dengam cara melawan hukum itu pun bisa dikatagorikan perilaku koruptif. Seperti ter lihat pasal 2 atau pasal 3 UU Tipikor.

“Masalah ini kan bisa selesai kalau kemarin Mendikbud Ristek tegas dan Meneg BUMN juga menghormati hukum. Kasihan Pak Jokowi direpotkan untuk urusan-urusan yang seperti ini. Padahal punya pembantu-pembantu yang harusnya bisa menjaga hal seperti ini tidak terjadi,” katanya.[Lin]

Pos terkait